Jingga & Aksara (END)
"Bagi Chika, hidup itu seperti rumus matematika-harus lurus, teratur, dan tidak boleh ada satu pun variabel yang salah. Sisa waktunya di kampus hanya dihabiskan untuk satu hal: merampungkan skripsi demi kelulusan secepatnya.
Sampai akhirnya, semesta dengan sengaja mengirim Christian ke dalam hidupnya.
Adik tingkat dengan jaket denim kebesaran itu datang membawa tawa, keonaran kecil, dan kalimat-kalimat konyol yang sukses merusak ketenangan Chika. Awalnya, Christian hanyalah gangguan paling menyebalkan. Namun, perlahan-lahan, cowok itu menjelma menjadi tempat pulang yang paling nyaman seperti langit jingga di penghujung sore yang selalu berhasil meredakan lelah.
Di antara lembaran revisi dan ribuan kata yang harus Chika susun, ada satu hal tak terduga yang mulai ia rangkai:
Bagaimana hatinya, untuk pertama kali, jatuh pada seorang Christian.
"Kalau hidup Kakak isinya cuma stres doang, mau tukeran sama aku? Biar aku yang jadi warna barunya." - Christian