Dua SD Satu SMA
Dahulu, Nayana Asmita dan Sadewa Haryaka tak terpisahkan. Lahir hanya terpaut satu bulan dan hidup bertetangga, kedekatan mereka membuat orang-orang mengira mereka anak kembar. Namun, segalanya hancur saat memasuki kelas 5 SD. Sadewa, anak seorang TNI Angkatan Darat, tiba-tiba menghilang bersama keluarganya tanpa sepatah kata pun.Awalnya Naya mengira perpisahan ini hanyalah candaan. Namun seiring waktu, rasa rindu berubah menjadi kebencian mendalam. Naya benci menyadari fakta bahwa ia pernah sangat bergantung pada Sadewa. Ia pun mengubur memori masa lalu dan menjalani hari-harinya dengan membenci nama Sadewa Haryaka.Hingga suatu hari di SMA Nusantara, seorang murid pindahan dari sekolah militer mendadak datang. Cowok baru itu tidak hanya tampan dan bertubuh atletis, tetapi juga langsung menggeser posisi Naya yang bertahan sebagai juara satu paralel selama dua semester berturut-turut. Sosok pemutus rekor itu adalah Sadewa Haryaka yang telah kembali.Sadewa yang sekarang bukanlah bocah ompong bertubuh pendek yang dahulu Naya kenal. Ia kembali sebagai pria dengan postur menjulang, suara berat, dan tatapan asing. Walaupun begitu, Naya segera menyadari satu hal yang tidak berubah: senyuman kedat-kedut khas Sadewa saat sedang salah tingkah. Sadewa kecil ternyata masih hidup di dalam dirinya.Di sisi lain, Sadewa pun sadar bahwa Naya sebenarnya masih menantikan kehadirannya. Sadewa diam-diam memperhatikan pulpen biru yang selalu Naya gunakan. Ia yakin itu adalah pulpen merek sama yang pernah ia hadiahkan pada hari kenaikan kelas 5, tepat sebelum ia menghilang. Naya rupanya masih menyimpan rapi benda tersebut.Waktu berjalan cepat, namun Sadewa masih dipaksa bungkam oleh keadaan. Ia belum bisa meminta maaf ataupun menjelaskan alasan kepergian misterius keluarganya dahulu. Kini, sebuah tanya besar menggantung di antara mereka: Akankah Naya tetap bersabar menunggu jawaban yang tidak pasti, dan mampukah Sadewa kembali menjadi teman hidup bagi Naya?