Muhammad Zaka Attaufik (Mas Taufik, 22 tahun) dan Muhammad Zaka Alfarizi (Dek Fariz, 19 tahun) dibesarkan oleh ayah mereka, Pak Zainal, mantan juara tinju MMA yang sangat keras. Setelah ibu mereka meninggal, Pak Zainal mendidik anak-anaknya dengan disiplin militer. Sejak SMA, jika Mas Taufik gagal menjaga adiknya, ia akan dihukum cambuk dan siksaan di gudang. Fariz baru lulus SMA di Jogja. Awalnya ia ingin melanjutkan ke UGM jurusan Mikrobiologi Pertanian seperti almarhum ibunya, tapi memilih kuliah Teknik Fisika semester 1 di Universitas Brawijaya Malang agar bisa tinggal bersama kakaknya. Ayah sempat melarang karena khawatir mereka sering bertengkar, tapi Mas Taufik berjanji akan menjaga adiknya. Di Malang, keduanya hidup bersama: kadang bertengkar hebat, kadang saling melindungi dengan sepenuh hati. Fariz diam-diam ingin mengikuti jejak ayah berlatih MMA, meski dilarang. Mereka punya hobi bersama main game malam hari dan hiking di gunung-gunung sekitar Malang. Cerita ini mengikuti perjalanan brotherhood mereka selama satu tahun penuh di Malang, di tengah tekanan kuliah, rahasia, hukuman ayah, hingga akhirnya mereka belajar bahwa kekuatan sejati bukan di ring tinju, melainkan di pelukan sesama saudara.
All Rights Reserved