We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
My Stupid Boss - Jenlisa (G!P)

My Stupid Boss - Jenlisa (G!P)

  • WpView
    Reads 682
  • WpVote
    Votes 99
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 15, 2026
WpInfo
Fanfic
Blackpink
Red Velvet
Original Character (OC)
Kpop
Di tengah kota Seoul , berdiri sebuah gedung tinggi dengan reputasi... mengintimidasi. Perusahaan itu terkenal. CEO nya? Lebih terkenal lagi. Dan lebih menyebalkan. Namanya Lalisa Manoban. Seorang CEO muda, jenius, tajam dalam bisnis... namun.... "Presiden, ini laporan kuartal ketiga. Mohon diperiksa-" "Jennie-ssi, menurutmu... kalau aku lompat dari lantai 20, aku masih sempat makan siang dulu tidak ya?" Hening. Jennie Ruby Jane menarik napas panjang. Sangat panjang. Seolah sedang menahan seluruh kesabaran hidupnya. "Presiden," ucapnya dengan nada datar yang berbahaya, "jika Anda tidak membaca laporan itu sekarang, yang akan jatuh bukan Anda... tapi saya. Karena stres." Lisa tersenyum lebar, santai di kursinya. "Yaaah, jangan galak begitu dong, Jendeuk-ah~" "Jangan panggil saya begitu di kantor!" "Waeyo? Lucu, lho." Jennie menutup map dengan sedikit lebih keras dari yang diperlukan. Dalam hati, hanya satu kalimat yang berulang: Boss-ku ini... benar-benar bodoh. Namun ada sesuatu di balik sosok CEO aneh itu...perasaan yang dia simpan sejak satu tahun terakhir..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • May I Help You? - JENLISA [GxG]
  • AFTER MARRIAGE SEASON 1 (COMPLETE)
  • The Ace and The Rebel
  • blurry.
  • Simping Over Her, Jenlisa (GXG)
  • You're Ready? (JENLISA)
  • LEARNING YOU, LOVING YOU |JENLISA G*F
  • too dirty to love - jenlim G!P.
  • OBSESSED
  • love,lies and betrayal - jenlim 21++

Jennie, seorang team leader call center yang tegas dan profesional, terbiasa memimpin tanpa melibatkan perasaan. Namun segalanya berubah ketika Lisa, pegawai baru yang gugup tapi tulus, bergabung sebagai agent call. Di balik suara pelanggan dan tekanan kerja, perlahan tumbuh rasa yang tak mereka duga, hangat, diam-diam, dan muncul di antara dering telepon yang tak pernah berhenti.

More details
WpActionLinkContent Guidelines