Yeah, It's You, Gapura!

Yeah, It's You, Gapura!

  • WpView
    Reads 176
  • WpVote
    Votes 71
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 6, 2026
Bulan purnama merah datang menuntut tumbal. Rexandra akhirnya berhasil keluar dari medan perang dengan tubuh penuh luka dan napas putus-putus, darah hitam muntah dari bibirnya. Pertempuran sengit antara para makhluk yang gila kekuatan dan kekuasaan. Di sisinya, Veyra-ular kecil penjaga jiwanya-melilit panik. Saat mendengar suara langkah kaki, dia langsung pergi menggunakan segala cara agar manusia tersebut berhasil dia giring menemui tuannya. Pria itu tiba-tiba mendekat ke arah Rexandra, melukai dadanya dan membiarkan Rexandra meminum darah jantungnya. Dia jelas tahu, Rexandra bukan manusia. Rexandra sendiri tidak punya pilihan lain jika masih ingin hidup. Kontrak terlarang terukir tanpa bisa dihindari. Kontrak hidup dan mati, duckun dan manusia.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Almost Married (END)
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • The Villain Mother
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • De Andere Weg (END)
  • The Last Yes!
  • Chasing Sanara

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines