Rey - Memo Mahasiswa STIA Amuntai

Rey - Memo Mahasiswa STIA Amuntai

  • WpView
    Reads 137
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 14, 2026
Rey dikenal sebagai mahasiswa yang cerdas, puitis, dan sedikit aneh. Siang hari ia aktif memimpin organisasi mahasiswa, malam hari suaranya mengudara sebagai penyiar radio yang diam-diam menemani banyak hati yang kesepian. Hidup Rey berubah ketika ia bertemu Keysa, mahasiswi baru yang tenang, sulit didekati, dan tidak pernah benar-benar percaya pada lelaki seperti Rey. Di tengah hujan kota kecil, demonstrasi mahasiswa, siaran radio tengah malam, dan perjuangan hidup anak-anak daerah, keduanya perlahan terikat oleh perasaan yang tumbuh tanpa mereka sadari. Namun hidup tidak selalu memberi akhir yang indah. Bertahun-tahun kemudian, Keysa kembali melihat Rey di televisi sebagai motivator terkenal yang menginspirasi banyak orang. Tetapi ada satu hal yang masih menghantuinya sampai sekarang: Mengapa Rey tiba-tiba menghilang dari hidupnya? Sebuah novel hangat dan emosional tentang cinta, kehilangan, persahabatan, dan mimpi anak muda di kota Amuntai yang bersetting Tahun 2006
All Rights Reserved
#16
amuntai
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MINE, NO ONE ELSE (ON GOING)
  • Puisi Ramadhan 1442 H
  • Be Yours?! DAMN!
  • Silent Traces by the Sea
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Nala dan Mas Juragan
  • BROKEN [END]
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • bitiesvelvet

[DI LARANG KERAS COPY PASTE]. FOLLOW SEBELUM BACA !!! Bagi semua orang di SMA Garuda, Axel Regantara adalah monster temperamental yang paling dihindari. Badboy ketua geng, tukang berantem, dan dingin tak tersentuh. Tapi bagi Reina Alvionita, Axel adalah masa lalu kelam yang ingin ia kubur dalam-dalam. Reina mengira kepindahannya ke sekolah ini akan membawa ketenangan. Namun, takdir justru membawanya kembali ke hadapan Axel. Bedanya, Axel yang sekarang tidak lagi menindasnya seperti dulu. Tatapan cowok itu berubah menjadi sebuah obsesi. Axel mengklaim Reina secara terang-terangan. Siapa pun yang berani menatap Reina terlalu lama, berkomentar genit di sosial medianya, atau sekadar mendekat, harus siap berhadapan dengan kepalan tangannya. Semua orang takut pada Axel. Tapi hanya Reina yang berani membentak cowok itu-dan anehnya, Axel selalu nurut. Di antara emosinya yang gampang meledak dan kepalan tangannya yang penuh luka berantem, Axel menyimpan satu kalimat mutlak untuk gadisnya: "Gue bisa dihancurin siapa aja, Princess. Tapi jangan lo. Karena kalau lo yang pergi, gue bisa gila."

More details
WpActionLinkContent Guidelines