Rey - Memo Mahasiswa STIA Amuntai

Rey - Memo Mahasiswa STIA Amuntai

  • WpView
    Lecturas 178
  • WpVote
    Votos 15
  • WpPart
    Partes 15
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, jun 14, 2026
WpInfo
Ficción
Romance
Preparatoria
Rey dikenal sebagai mahasiswa yang cerdas, puitis, dan sedikit aneh. Siang hari ia aktif memimpin organisasi mahasiswa, malam hari suaranya mengudara sebagai penyiar radio yang diam-diam menemani banyak hati yang kesepian. Hidup Rey berubah ketika ia bertemu Keysa, mahasiswi baru yang tenang, sulit didekati, dan tidak pernah benar-benar percaya pada lelaki seperti Rey. Di tengah hujan kota kecil, demonstrasi mahasiswa, siaran radio tengah malam, dan perjuangan hidup anak-anak daerah, keduanya perlahan terikat oleh perasaan yang tumbuh tanpa mereka sadari. Namun hidup tidak selalu memberi akhir yang indah. Bertahun-tahun kemudian, Keysa kembali melihat Rey di televisi sebagai motivator terkenal yang menginspirasi banyak orang. Tetapi ada satu hal yang masih menghantuinya sampai sekarang: Mengapa Rey tiba-tiba menghilang dari hidupnya? Sebuah novel hangat dan emosional tentang cinta, kehilangan, persahabatan, dan mimpi anak muda di kota Amuntai yang bersetting Tahun 2006
Todos los derechos reservados
#16
amuntai
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa
  • Salah Status [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido