LIONA SAGATA

LIONA SAGATA

  • WpView
    LECTURAS 13
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadConcluida vie, may 15, 2026
WpInfo
Ficción
Fantasía
Acción y Suspenso
Romance
Suasana festival begitu riuh. Musik berdentum, namun bagi Liona, semuanya terasa seperti latar belakang yang buram. Ia berusaha menghindari kerumunan, mencari jalan keluar dari labirin manusia bertopeng yang memenuhi aula. Langkah Liona terhenti di lorong remang-remang menuju taman belakang. Sosok tinggi tegap berdiri di sana, menghalangi jalan. Pria itu mengenakan jubah hitam dengan topeng perak yang menutupi setengah wajahnya. Atmosfer di sekitarnya terasa berat, mencekam, dan berbahaya. "Jejakmu adalah degup jantungku," suara itu muncul secara tiba-tiba, berat dan serak, memotong keheningan lorong. Liona mundur selangkah, namun pria itu bergerak lebih cepat. Kenzo Maceheda. Nama itu berputar di kepala Liona, sebuah peringatan insting bahwa pria di depannya bukanlah manusia yang bisa diajak bernegosiasi. Kenzo mencondongkan tubuhnya lebih dekat, mengurung Liona di antara dinding dan lengan kokohnya. Suaranya merendah hingga hampir berbisik di telinga Liona, mengirimkan sensasi dingin yang menggelitik tengkuk. "Ke mana pun kau lari, aku adalah bayangan yang menanti. Aku akan mengoyak sumber kebahagiaanmu, membiarkan gagak berpesta di atas lukamu, lalu menjemput sisa-sisa jiwamu untuk kembali pulang ke pelukanku."
Todos los derechos reservados
#298
neraka
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • The Unwritten Lady
  • The Duke's Red String (END)
  • Sin of The Villainess
  • PEPINDHAN: Wadana lan Soca
  • A Family of Villains
  • The Reborn Mama (END)
  • Just let me live, Duke!
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido