Sanjiva Nayyara hidupnya cuma tiga hal: rumus, ranking, dan rencana masa depan. Anak pindahan dari Bandung yang pendiam, rajin, dan otaknya jalan lebih cepat dari lidah. Bagi Jiva, SMA Dwicitta Sukoharjo cuma tempat numpang nambah medali olimpiade sebelum kabur ke universitas.
Sampai gerimis pertama mempertemukannya sama Rangga Baswara.
Ketua geng motor Alap-Alap. Seragam dikeluarkan. Nama langganan ruang BK. Logatnya campur Jowo-Sunda, tengilnya nggak ada obat. Tapi cowok itu yang benerin payung rusak Jiva, balikin uang kas yang hilang, dan ngajarin Jiva kalau gentleman itu nggak selalu pake jas.
Dunia mereka kebalik. Jiva ngajarin Rangga integral, Rangga ngenalin Jiva ke dunia yang nggak ada di buku: tawuran, sirkuit, sama utang budi yang ditagih pake tinju.
Masalahnya makin ruwet karena ada Mayla Kahiyang - ketua KIR, pinter, lembut, dan diam-diam nyimpen foto Rangga di agendanya. Mayla itu adek angkat Rangga. Yang dijagain. Yang katanya cuma tanggung jawab. Tapi sorot mata Rangga ke Mayla beda.
Lalu ada Langit Adibrata, musuh bebuyutan Rangga yang nggak terima ketua Alap-Alap jadi lembek gara-gara "cewek pinter".
Jiva harus milih: tetap jadi kutu buku yang aman di perpustakaan, atau masuk ke dunia Rangga biar cowok itu nggak berantem sendirian.
Karena preman tengil itu udah terlanjur bilang:
"Kamu itu rumus yang nggak bisa aku selesaikan, Neng. Tapi kalau sama kamu, aku mau belajar ngitung sampai ketemu."
Ini cerita tentang jatuh cinta sama orang yang salah di mata guru BK, tapi benar di semua rumus hati. Tentang ngerem di tikungan terakhir, bukan buat kalah, tapi biar bisa finish bareng.
Peringatan:Banyak salting, ada balap legal, tawuran yang nggak diromantisasi, dan janji kelingking yang lebih ngikat dari materai.
Status: -
Start: Payung rusak. Finish: -
---
All Rights Reserved