Terima Cintaku, Apa Susahnya?
Bagi Indah, profesionalitas adalah segalanya. Sebagai manajer yang perfeksionis, ia tidak punya waktu untuk hal-hal yang tidak produktif-terutama menghadapi kelakuan Oniel, rekan setimnya yang super santai dan hobi menebar pesona di jam kantor.
Oniel adalah pengecualian dari semua aturan Indah. Di tengah tumpukan laporan dan tenggat waktu yang mencekik, Oniel justru sibuk menyisipkan nota kecil berisi ajakan kencan di meja kerja Indah. "Terima cintaku, apa susahnya sih, Nona Manajer?" menjadi kalimat yang paling sering Indah dengar dibanding laporan bulanan.
Meski Indah selalu membalas dengan ketegasan, kegigihan Oniel mulai mengusik fokusnya. Di balik sikap tengil itu, ada perhatian tulus yang membuat Indah bimbang: Apakah ia tetap pada prinsipnya, atau akhirnya menyerah pada pesona sang rekan kerja?