Pagar Ayu [END]

Pagar Ayu [END]

  • WpView
    Reads 1,922
  • WpVote
    Votes 113
  • WpPart
    Parts 42
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Jun 1, 2026
🔥JADI PELAKOR ITU PILIHAN 21+ 🔥 Ayu adalah perempuan kota berusia 23 tahun yang hidupnya berantakan. Clubbing setiap akhir pekan, alkohol, party, dan hubungan tanpa komitmen adalah cara dia melarikan diri dari kekosongan. Suatu malam, ia bertemu dengan pria masa lalu SMA yang sangat menggoda: tampan, kaya, manipulatif, dan punya chemistry yang membakar. Sentuhannya membuat tubuh Ayu merinding. Bisikannya membuat akal sehatnya hampir hilang. Masalahnya? Pria itu adalah suami dari sahabat dekatnya sendiri. Terjebak di antara nafsu yang membara dan realita, Ayu dihadapkan pada pilihan yang sangat jelas: Mau atau tidak mau. Menjadi pelakor adalah pilihan. Bukan takdir, bukan karena "semua orang melakukannya", dan bukan karena dia "gak kuat menolak". Dia bisa saja menyerah dan menikmati satu malam (atau lebih) yang panas itu. Tapi dia juga bisa memilih untuk menjaga pagar kehormatannya. Cerita dewasa yang jujur dan realistis tentang kehidupan malam perkotaan, godaan terberat dalam rumah tangga orang lain, nafsu yang membara, dan kekuatan seorang perempuan untuk berkata tidak - meski tubuh dan hatinya berteriak sebaliknya. Karena pada akhirnya, menjadi pelakor atau tidak, semuanya adalah pilihan. End 2026
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain's Mother
  • Almost Married (END)
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Chasing Sanara
  • The Last Yes!
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Nala dan Mas Juragan
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • De Andere Weg (END)

Ngintip doang nih? 😗 🔞 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines