Panai' dan Pinangan

Panai' dan Pinangan

  • WpView
    OKUNANLAR 12
  • WpVote
    Oylar 0
  • WpPart
    Bölümler 2
WpMetadataReadYetişkinTamamlanmış Hikaye Paz, Haz 21, 2026
Bagi Sagara, hidup adalah hitungan matematis yang pasti. Namun, mencintai dr.Naira adalah ketidakpastian terbesar yang pernah ia hadapi. Sebagai pemuda Minang yang mandiri, ia dipaksa tunduk pada tradisi Uang Panai khas Bugis demi bisa menghalalkan gadisnya. Ini bukan sekadar cerita cinta biasa. Ini adalah tentang benturan ego, gengsi keluarga, air mata di balik balutan baju adat, dan pembuktian seberapa mahal harga sebuah kesetiaan. Akankah Sagara berhasil membawa Naira ke pelaminan, ataukah "Panai" akan menjadi akhir dari sebuah "Pinangan"?
Tüm hakları saklıdır
En büyük hikaye anlatıcılığı topluluğuna katılınKişiselleştirilmiş hikaye önerileri alın, favorilerinizi kütüphanenize kaydedin ve topluluğunuzu büyütmek için yorum yapın ve oy verin.
Illustration

Ayrıca sevebilecekleriniz

  • Nala dan Mas Juragan
  • Kedhaton Soeraandaru Hadiningrat
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • I Won't Be the Tragic Fiancée (END)
  • My Celestia [ON GOING]
  • The Last Yes!
  • Hello, KKN!
  • Pawang Hantu Om Aktor
  • Be My Wife
  • The Villain Mother

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Daha fazla bilgi
WpActionLinkİçerik Rehberi