Second Light [END]

Second Light [END]

  • WpView
    Reads 75
  • WpVote
    Votes 47
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadComplete Fri, May 15, 2026
"Second chance terkadang bukan tentang cinta, tetapi tentang berani hidup kembali." Sejak kecelakaan mobil yang merenggut nyawa kedua orang tuanya, hidup Keyla Anindita Alesta seolah berhenti di malam hujan itu. Suara klakson membuat tubuhnya gemetar. Hujan deras selalu memicu panic attack. Dan setiap kali memejamkan mata, Keyla masih bisa merasakan genggaman terakhir ibunya yang perlahan terlepas di tengah mobil yang hancur. Di usia 19 tahun, Keyla menjalani terapi trauma di pusat rehabilitasi milik pamannya sendiri, Kaivan Mason Atharva-seorang psikolog yang terlihat kuat di depan semua orang, padahal diam-diam masih berduka karena kehilangan kakaknya. Di tempat itu, Keyla bertemu Arav Asher Julian. Berbeda jauh dengannya, Arav terlalu mudah tersenyum, terlalu mudah mengajak bicara, dan terlihat seolah tidak memiliki masalah apa pun. Namun di balik sikap hangatnya, Arav menyimpan trauma setelah selamat dari kebakaran rumah yang menewaskan kakaknya sendiri. Dua orang dengan luka berbeda itu perlahan saling menemukan alasan untuk bertahan. Lewat hujan, suara kota, lift sempit, dan perjalanan kecil yang dulu terasa mustahil, Keyla mulai belajar bahwa sembuh bukan berarti melupakan. Tetapi memberi dirinya kesempatan hidup sekali lagi.
All Rights Reserved
#129
perjuangan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jenderal Itu Milikku (Meski Dunia Tak Tahu)
  • The Lost Fawn
  • MY EX-RIVAL
  • Salah Pelet
  • Little Prince
  • Petualangan Liar Nara
  • Teman jadi mommy
  • Navjeevan || Niskala Kiran
  • Setelah Mama Menikah
  • Sepupu Sekasur

"Jarum, Pangkat, dan Senyum yang Terlalu Berbahaya" 21+ Bimantara Aditya, perawat muda berusia 22 tahun yang baru lulus kuliah, memulai hari pertamanya bekerja di sebuah rumah sakit khusus TNI di pusat Jakarta-bangunan tua peninggalan Belanda dengan lorong panjang, lampu kuning redup, dan pasien-pasien berseragam yang terkenal kaku, galak, dan menakutkan. Dengan senyum cerianya, Bima berusaha bertahan di lingkungan yang penuh tekanan, hingga takdir mempertemukannya dengan Letnan Jenderal Thomas Situmorang, seorang perwira tinggi TNI AD berusia 41 tahun yang terkenal dingin, tegas, dan bermata tajam. Seorang duda yang menyimpan luka lama akibat pengkhianatan di masa mudanya, Thomas menutup hatinya rapat-rapat di balik disiplin dan wibawa militernya. Pertemuan pertama mereka terjadi di ruang perawatan-bukan dengan bunga atau senyum, melainkan dengan jarum suntik dan tangan gemetar. Kesalahan kecil Bima yang polos justru membuka celah di hati Thomas yang selama ini beku. Dari cek darah yang canggung, obrolan singkat yang kaku, hingga senyum Bima yang perlahan mengganggu fokus sang Letjen, kisah ini berkembang menjadi romansa yang manis, lucu, dan penuh benturan antara disiplin militer dan cinta yang tak pernah direncanakan. Sebuah kisah romantis-komedi tentang perbedaan usia, trauma masa lalu, dan keberanian untuk jatuh cinta lagi-di tempat yang tak pernah diduga.

More details
WpActionLinkContent Guidelines