Lupi & Kaelo

Lupi & Kaelo

  • WpView
    Reads 36
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadComplete Fri, May 29, 2026
Kaelo memiliki segalanya untuk dipuja-wajah tegas yang nyaris tanpa cela dan tatapan tajam yang sanggup mengintimidasi siapa pun. Namun, di balik fisik yang sempurna itu, Kaelo adalah ruang hampa. Baginya, dunia hanyalah rangkaian hitam dan putih yang membosankan. Ia memilih hidup dalam diam, mengunci diri di sudut paling gelap, menjauh dari riuh rendah manusia yang ia anggap palsu. Sampai akhirnya, ketenangan itu dipecah oleh kehadiran Lupi. Gadis itu datang seperti ledakan warna yang tak terduga. Lupi, dengan tawa yang seolah tak pernah habis, nekat masuk ke wilayah terlarang Kaelo. Ia adalah kupu-kupu biru yang berani hinggap di atas balok es yang membeku, mencoba mewarnai apa yang selama ini Kaelo biarkan mati. Kaelo ingin mengusirnya, tapi Lupi terlalu keras kepala untuk pergi. Lupi ingin menyembuhkannya, tapi ia tak sadar bahwa ia sedang mencoba menyelamatkan seseorang yang sudah terlalu nyaman dalam kegelapan. Bisakah Lupi tetap bertahan membawa cahayanya, atau justru ia akan ikut tenggelam dalam kehampaan yang Kaelo miliki?
All Rights Reserved
#20
kaila
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tumbuh Dengan Luka
  • DOMMENIC
  • Pernikahan Rumit
  • Mas Masinis
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • One Shot Desire 21+
  • SANGGAR GSKY🐎
  • THE HEIRESS 1975
  • The Devil in a Bunny Suit

Dulu, Devan adalah kebanggaan. Kini, ia tak lebih dari sesosok "serangga" yang kehadirannya tak diinginkan. Satu insiden di masa kecil meninggalkan bekas luka di wajahnya, sekaligus menghapus namanya dari hati kedua orang tuanya. Di rumah, ia diabaikan; di sekolah, ia dihina sebagai monster. Devan tetap tegak meski badai cacian menghantamnya setiap hari. Namun, di balik ketegarannya, Devan menyimpan rahasia yang mematikan. Ada bom waktu bernama kanker otak dan sumsum tulang belakang yang perlahan merenggut nyawanya. Devan memilih bungkam, membiarkan rasa sakit itu menjadi rahasia antara dirinya dan bi Inah, satu-satunya orang yang masih menganggapnya manusia. Ketika waktu Devan kian menipis, akankah keluarganya sadar bahwa mereka telah membuang permata yang hampir redup? Ataukah penyesalan baru akan datang saat Devan benar-benar tak lagi ada? "Jangan cari aku saat aku sudah tak ada, karena saat itu, lukaku sudah benar-benar sembuh."

More details
WpActionLinkContent Guidelines