"Some girls are not raised to live, only to perform like a victory."
Helia Soleil tidak pernah dibesarkan untuk menjadi seorang gadis biasa. Ia dibesarkan untuk menjadi sebuah kemenangan.
Di arena figure skating Olimpiade yang indah sekaligus kejam, kesempurnaan bukanlah bakat, melainkan kewajiban. Di balik setiap putaran yang tampak tanpa cela, terdapat tubuh yang sudah lama belajar menelan rasa sakit tanpa suara dan di balik setiap senyuman di atas es, selalu terdapat kebenaran yang terkubur terlalu dalam untuk pernah disebutkan.
Helia Soleil was trained to be perfect, disciplined by a family that treated her like a legacy, and shaped by coaches who believed control was the true price of greatness.
Ketika Helia memasuki akademi skating elit di Swiss, ia mengira dirinya sedang mengejar mimpi yang ia pilih sendiri. Namun perlahan, es mulai memperlihatkan sesuatu yang jauh lebih gelap daripada kompetisi. Atlet-atlet yang menghilang tanpa jejak dan sebuah sistem yang tidak membentuk juara, melainkan mematahkan manusia hingga patuh dengan berlandaskan kontrol serta ambisi.
Di tengah semua itu, Helia mulai mengalami hal-hal yang tidak bisa ia bedakan lagi antara ingatan, manipulasi, atau sesuatu yang sengaja ditanamkan ke dalam pikirannya.
Helia mulai mempertanyakan bukan hanya dunia di sekitarnya, tetapi juga dirinya sendiri tentang apa yang benar-benar ia ingat dan apa yang sebenarnya hanya hasil dari seseorang yang terlalu lama mengatur hidupnya dari balik bayangan.
In a world where truth is rewritten by those in power, and love is engineered to feel like dependence, Helia must decide whether she is merely a victim of the story written for her...
or the consequence of something far more unforgivable.
━━━━━━━━━━━━━━━━━
| The Ice Never Remembers Blood
| Written by Anonymlily
All Rights Reserved