My School Idol Loves A Support Player

My School Idol Loves A Support Player

  • WpView
    Reads 503
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 178
WpMetadataReadComplete Thu, Jul 23, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Romantic Comedy
Highschool
Friends to Lovers
David Setiawan hanyalah siswa kelas 1 SMA biasa yang hampir tidak pernah diperhatikan siapa pun di sekolah. Pendiam, introvert, dan lebih nyaman menghabiskan malam di warnet bermain Dota daripada berbicara dengan orang lain. Di SMA Garuda Nusantara, hidup David terasa seperti NPC yang lewat begitu saja di tengah keramaian. Berbeda dengan Amellia Diana Puspita. Siswi paling populer di sekolah. Cantik, pintar, ramah, dan selalu menjadi pusat perhatian. Tidak ada yang tahu kalau di balik senyum sempurnanya, Diana diam-diam merasa lelah menjadi "idola" bagi semua orang. Suatu malam, David bertemu seorang player random bernama AetherFall. Seorang midlaner misterius yang sangat jago. Tanpa voice chat. Tanpa pernah menunjukkan identitas asli. Yang awalnya hanya party ranked biasa... perlahan berubah menjadi kebiasaan setiap malam. Semakin sering bermain bersama, David mulai merasa nyaman dengan sosok anonim bernama AetherFall. Sampai akhirnya... David mengajak player itu bermain langsung di warnet yang sama. Dan di sanalah semuanya berubah. Karena orang yang selama ini bermain bersamanya ternyata adalah: Amellia Diana Puspita.
All Rights Reserved
#61
gaming
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • Sweetly Tied
  • EINSTEIN [END]
  • Círculo del Destino
  • Mulih (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Last Yes!

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines