Red Euphoria

Red Euphoria

  • WpView
    Reads 124
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 13, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
First Love
Billionaires and CEOs
Destined Love
Semua orang mengenal Nathaniel Weaver sebagai pria paling berpengaruh di balik kejayaan Weaver's Enterprise-perusahaan properti dan transportasi nomor tiga terbesar di dunia. Kaya, tampan, dingin, dan nyaris mustahil disentuh media. Tidak ada yang pernah melihat wanita di sisinya, hingga rumor tentang orientasinya menyebar selama bertahun-tahun. Sampai seorang mahasiswi asal Indonesia datang menggantikan temannya untuk melakukan wawancara singkat dengannya. Analyra Shafeena tidak pernah menyangka satu pertemuan itu akan mengubah hidupnya. Cara Nathaniel menatapnya terlalu tenang untuk disebut biasa, terlalu intens untuk diabaikan. Dan tanpa Analyra sadari, pria itu diam-diam membawa pulang biodata miliknya. Sejak hari itu, Nathaniel mulai memasuki hidup Analyra perlahan-terlalu sempurna, terlalu obsesif, dan terlalu berbahaya untuk dicintai.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Always Be Mine (END)
  • REYAL
  • Assalamualaikum mrs.androphobia
  • CLARA : Terlahir Kembali Untuk mencintaimu
  • Tentang Aku, Tanpa Mereka
  • Alinea Biru
  • Tak Berjudul [END]
  • Skeleton 13 (TERBIT)
  • JANDA'S BOYFRIEND ✔
  • Ending Scene ✔️- [DIREVISI]

Di tengah gemerlap dunia mode internasional, Flower Valmont-atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Flow-menjadi bintang baru yang bersinar terang. Cantik, karismatik, dan berdedikasi penuh pada karier, Flow dikenal sebagai sosok yang tak pernah bercinta, hanya bekerja. Namun, prinsip itu mulai goyah saat ia bertemu Alfred Jevan-pemilik dingin dan perfeksionis dari JeV Luxe Group, raksasa fashion dunia yang terkenal kejam dan tak kenal kompromi. Pertemuan pertama mereka tak berjalan mulus. Flow datang terlambat ke pertemuan penting, membuat Jevan langsung membatalkan kerja sama yang belum sempat dimulai. Tapi alih-alih meminta maaf atau bersikap defensif, Flow justru melemparkan kalimat provokatif yang membuat Jevan kehilangan kendali. Antara dua dunia yang keras dan penuh ambisi, tumbuhlah benih-benih ketertarikan yang tak terduga. Flow yang mulai lelah dengan kesendirian, dan Jevan yang selama ini tertutup rapat terhadap emosi, perlahan mulai saling tertarik-meski tak satu pun dari mereka mau mengakuinya. Di balik lensa kamera, lampu sorot, dan kekuasaan korporat, hubungan mereka mulai mengaburkan batas antara profesional dan personal. Tapi apakah dua orang kuat bisa saling jatuh cinta tanpa saling menghancurkan? "Melihatmu tanpa jas kantor... ternyata kau dua kali lebih tampan," ucapnya dengan nada manja. "Akan sangat menyenangkan kalau setiap kali aku bangun, kau adalah orang pertama yang kulihat di sebelahku." "Apa kau memang selalu seperti ini pada semua orang yang akan bekerja sama denganmu?" " You're mistaken, Mr. Alfred," bisiknya lembut di dekat telinga pria itu. "You're the only one." Sebuah kecupan cepat mendarat di pipi Jevan. Spontan dan penuh percaya diri-gaya khas Flow.

More details
WpActionLinkContent Guidelines