SANGKAR GANDA : Dua jiwa, satu tubuh, satu obsesi mematikan.
Axel adalah definisi dari kesempurnaan yang mematikan. Sebagai seorang arsitek ternama dengan kecenderungan psikopat, ia memandang dunia sebagai serangkaian struktur yang harus ia kendalikan. Baginya, manusia hanyalah material yang bisa dibentuk atau dihancurkan. Namun, obsesinya menemukan titik henti saat ia bertemu dengan Nani.
Nani adalah pemuda yang rapuh, tulus, dan tampak begitu mudah untuk dipatahkan. Axel mulai merancang "permainan" untuk menjerat Nani ke dalam sangkar emasnya, yakin bahwa pemuda itu akan hancur dalam sekali tekan. Namun, di balik tatapan mata Nani yang ketakutan, ada sesuatu yang Axel lewatkan.
Saat tekanan mental yang diberikan Axel mencapai puncaknya, Nani yang lembut menghilang. Di hadapan Axel, kini berdiri Ezra-kepribadian lain yang lahir dari trauma masa lalu Nani. Berbeda dengan Nani, Ezra adalah sosok yang liar, manipulatif, dan tidak takut pada kegelapan yang dibawa Axel. Ezra justru menertawakan usaha Axel dan mulai memainkan permainan psikologisnya sendiri.
Kini, Axel terjebak dalam dilema yang berbahaya. Ia terobsesi untuk menghancurkan Nani agar tetap bisa memilikinya, namun ia juga terpikat oleh tantangan yang diberikan Ezra. Di sebuah rumah megah yang terisolasi, Axel harus menghadapi kenyataan bahwa ia tidak hanya berurusan dengan satu orang, melainkan dua jiwa yang memperebutkan satu tubuh.