White Coat Lies

White Coat Lies

  • WpView
    Leituras 233
  • WpVote
    Votos 22
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qua, jul 22, 2026
WpInfo
Ficção
Romance
Comédia Romântica
Enemies to Lovers
Slow Burn
Karena ternyata, menyembuhkan orang lain itu mudah. Menyembuhkan hatinya sendiri, setelah jatuh pada orang yang paling tak seharusnya ia cintai ... itulah diagnosis yang tak pernah ia inginkan. "Love is the only diagnosis I never want to cure." Wang Yibo tidak pernah benar-benar berencana menjadi dokter. Mimpi itu sudah ia lenyap kan. Tapi, satu kebohongan kecil terjadi karena kesalahpahaman, membuatnya terjebak dalam penyamaran yang lebih besar. Di antara jadwal jaga yang kacau, pasien yang rewel, dan tatapan tajam seorang dokter senior bernama Xiao Zhan, Wang Yibo harus menjaga rahasianya tetap aman. Masalahnya, semakin lama ia berbohong, semakin sulit membedakan mana yang pura-pura dan mana yang nyata. Terutama perasaannya sendiri. Sebuah kisah romance tentang kebohongan kecil, penyamaran yang kacau, dan cinta yang datang di tempat yang paling tak terduga.
Todos os Direitos Reservados
#26
fake
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Nala dan Mas Juragan
  • Nakula
  • Kembang Desa
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Salah Status [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [TERBIT]
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo