BAD SWEET PARTNER

BAD SWEET PARTNER

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 15, 2026
Ian Egollas Bounavarte. nama yang terdengar kokoh, laki² yang dalam bayang²pun tampak menawan, penuh intrik dan berkuasa. benar, dibalik namanya, sosok itu memiliki banyak pencapain dunia yg begitu mengagumkan, terlahir dengan sendok emas, singkatnya, hidupnya sempurna. sangat sempurna, sampai aku datang, lalu menjadi pendampingnya, dunia mengakui aku sebagai pelengkap kesempurnaannya, namun kebenaran yang satu itu hanya aku dan dirinya yg tahu. aku ingin berhenti mencintainya, dia sempurna sebagai seorang laki² namun bukan untukku, yah~aku terlambat menyadari akan satu hal itu. bagi ku, dia rekan yg baik, namun, sebagai pendamping hidup dibawah satu atap yg sama bersamanya, aku cukup menyesal karena telah sangat mencintainya. "lalu kenapa kau menerima ku?". "ibu ku memilih mu" "Ian?" ---------------- • enjoy • like, coment, and share • slow update • thank you
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Almost Married (END)
  • The Villain's Mother
  • De Andere Weg (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Last Yes!
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Chasing Sanara

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines