Yang Tertinggal

Yang Tertinggal

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadComplete Fri, May 15, 2026
Sejak Adnan Prabu meninggal karena kecelakaan dua tahun yang lalu, Sukma Benjamin tidak pernah benar-benar melanjutkan hidup. Di balik kesehariannya sebagai Staff Administrasi di Jakarta, Sukma diam-diam masih hidup bersama kenangan, rasa bersalah, dan pesan terakhir Adnan yang tidak sempat ia balas. Saat semua orang memintanya untuk Move On, Sukma justru takut sembuh. Karena baginya, melanjutkan hidup terasa seperti kehilangan Adnan untuk yang kedua kalinya. Cerita ini tentang rasa bersalah, kehilangan, dan belajar menerima bahwa mencintai seseorang tidak berarti harus selalu tinggal di masa lalu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Chasing Sanara
  • The Villain's Mother
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • De Andere Weg (END)
  • Nala dan Mas Juragan
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Almost Married (END)
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • The Last Yes!

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines