NERACA LUKA

NERACA LUKA

  • WpView
    Reads 137
  • WpVote
    Votes 40
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 16, 2026
"Setiap utang punya bunga. Dan bunga dari sebuah trauma adalah dendam yang tak pernah lunas." Bagi Alya, hidup adalah tentang angka yang harus seimbang. Sebagai penagih utang, ia lihai menutup buku kas orang lain, namun gagal menutup lubang hitam di jiwanya. Ia memilih hidup di balik dinding yang ia bangun dengan krayon hitam-sebuah batas suci agar tak ada lagi tangan-tangan kotor yang menyentuh lukanya. Namun, ketenangan itu hanyalah fatamorgana. Ketika seorang pria bernama Arga Mahendra datang membawa harapan, masa lalu Alya justru kembali menagih nyawa. Suryo, Dimas, dan Baskoro telah menyusun rencana besar di mana Alya hanyalah aset yang siap dikorbankan. Di tengah kepungan konspirasi, Alya mencari perlindungan pada satu-satunya tempat yang ia punya: Rahma, ibu kandungnya. Namun, ia harus menelan kenyataan pahit bahwa kasih ibu ternyata punya harga, dan Rahma lebih memilih membayar harga itu kepada laki-laki yang telah menghancurkan Alya. Di dunia yang penuh pengkhianatan ini, apakah Alya sanggup meruntuhkan dinding hitamnya untuk melawan? Ataukah ia akan selamanya menjadi angka negatif dalam neraca hidupnya sendiri?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • S Di Antara Dua N
  • SWITCH
  • NISKALA : Terikat Takdir yang sama | S1-S2 (On Going)
  • Transmigration Young Master Jay's Wife (END)
  • Heir Without Blood
  • Heyu : Second Gear
  • Kang Parkir Naik Kasta
  • MILIK ALARIC
  • Terasingkan (On Going) (Slow Update)

Dunia menyambut Navaro Azael Aryan dengan tangis haru dan sorak sorai. Lima menit kemudian, Nazino Azel Arian lahir, melengkapi kebahagiaan yang sudah meluap. Namun, takdir rupanya masih menyimpan kejutan di balik tirai. Lima belas menit berlalu, saat ruang persalinan hampir tenang, kontraksi hebat kembali datang. Lahir lah si bungsu, Savero Aziel Arthan. Alih-alih sorak sorai, keheningan yang canggung justru menyelimuti ruangan. Tatapan kedua orang tua mereka bukan lagi binar bahagia, melainkan keterkejutan yang sulit diartikan. Maklum saja, selama sembilan bulan pemeriksaan USG, dokter hanya menyatakan ada dua janin. Savero kecil rupanya sangat pandai bersembunyi di balik punggung kedua kakaknya, seolah ia memang sudah terbiasa mengalah sejak dalam kandungan. Perbedaan itu dimulai sejak detik pertama mereka menghirup udara dunia. Saat ketiganya menangis bersahutan, sang ibu langsung meminta suster membawakan Nazino ke pelukannya, sementara sang ayah sibuk menenangkan Navaro yang tampak gelisah. Lalu, bagaimana dengan Savero? Ia hanya menangis di dalam boks bayi, ditenangkan oleh usapan sarung tangan karet seorang suster yang merasa iba. Sejak saat itu, garis pembatas itu nyata adanya. Perbedaan itu bukan sekadar ketidaksengajaan, melainkan menjadi identitas yang melekat. Lihat saja namanya. Kedua kakaknya kompak menggunakan inisial N, sementara ia terlempar jauh ke abjad S. Kebiasaan dibedakan selama belasan tahun membentuk mental Savero menjadi baja. Ia bukan tipe remaja yang akan mengurung diri di kamar dan menangis hanya karena tidak dibelikan baju yang sama dengan kakak-kakaknya. Justru, Savero membangun dunianya sendiri dengan prinsip Anti Mainstream. Start : 8/3/2026 End : - Sampul by Ai

More details
WpActionLinkContent Guidelines