Di rumah megah keluarga Atmaja, tawa anak-anak selalu terdengar ramai.
Tujuh bersaudara dengan sifat berbeda hidup di bawah satu atap bersama dua ibu, seorang ayah yang terlalu sibuk, Bi End yang cerewet namun hangat, dan Pak Ucup yang selalu setia mengantar mereka ke mana pun.
Di antara mereka, ada empat anak yang namanya diambil dari samudra dunia: Pasifik, Atlantik, Arktik, dan Hindia.
Namun, "Samudra" terakhir bukanlah lelaki.
Ia adalah Samudra Hindia Atmaja, gadis kecil yang tumbuh di tengah enam abang dengan sifat menyebalkan sekaligus protektif.
Tomboy, keras kepala, dan selalu pura-pura kuat, Hindia terbiasa mencari perhatian dengan caranya sendiri. Ia akan diam dan nurut jika disayang, tapi berubah menjadi bandel ketika merasa diabaikan.
Di balik ramainya keluarga Atmaja, tersimpan luka yang tak pernah benar-benar hilang.
Hindia tahu satu hal sejak kecil. Kedua orang tua kandungnya tidak pernah menginginkannya.
Untungnya, ia masih memiliki abang-abangnya, terutama Arktik, si kembaran Atlan yang paling lembut dan selalu ada untuknya.
Tetapi semakin mereka tumbuh dewasa, semakin banyak rahasia keluarga yang terbuka. Tentang kebencian, penyesalan, dan alasan mengapa seorang anak kecil harus menerima dinginnya kasih sayang sejak lahir.
Pada akhirnya, keluarga Atmaja harus memilih, tetap tenggelam dalam ego masing-masing, atau saling menyelamatkan sebelum semuanya benar-benar karam.
Karena setiap samudra terlihat tenang di permukaan,
padahal menyimpan badai di dalamnya.
All Rights Reserved