Halaman ke-100

Halaman ke-100

  • WpView
    Reads 83
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 6, 2026
Ren hidup seperti bayangan di antara keramaian, hadir, tetapi tidak benar-benar terlihat. Segalanya mulai berubah ketika ia menemukan sebuah tulisan yang terasa terlalu mengenalnya, seolah seseorang pernah hidup di dalam pikirannya sebelum dirinya sendiri. Semakin ia mencoba memahaminya, Ren mulai menyadari bahwa mungkin ada bagian dari dirinya yang telah hilang sejak lama, dan seluruh hidupnya hanyalah usaha diam-diam untuk menemukannya kembali. Halaman ke-Seratus adalah novel psikologis tentang kehilangan identitas, kenangan yang tidak selesai, dan seseorang yang perlahan tenggelam di antara apa yang nyata dan apa yang hanya ingin ia percayai.
All Rights Reserved
#704
sliceoflife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Yogyakarta
  • Flutterby (Segera Terbit)
  • ANLETTA (On Going)
  • Doa-doa yang kesepian
  • Alam Berkisah
  • Kondangan Mantan
  • Little Prince
  • 𝙉𝙤𝙨𝙩𝙖𝙡𝙜𝙞𝙖 ✔
  • MY EX-RIVAL
  • The Haircut

Keindahan kota Yogyakarta semakin terlihat apabila kita menelusurinya dengan teman perjalanan yang tidak kalah indah dari Kota Pelajar ini. Begitu penuturan Gibran. Candi Prambanan adalah tujuan utamanya mendatangi Yogyakarta. Masalalu-lah yang menuntunnya untuk kembali ke tempat ini. Berbekal semangat dan puing-puing harapan yang masih bersemayam di dalam diri, Gibran melakukan perjalanan dengan indah. Hingga akhirnya Gibran bertemu dengan gadis ayu asli Bantul, Yogyakarta. Yogyakarta. Kota Pelajar yang indah. Yogyakarta. Masalalu Gibran terukir dengan jelas disana. Yogyakarta. Tempat dimulainya perjalanan cinta Gibran untuk gadis ayu itu. Gibran akan mengenang Yogyakarta. Dengan indah. - dinanvta copyright©2016

More details
WpActionLinkContent Guidelines