Quarter-Life Forecast

Quarter-Life Forecast

  • WpView
    Reads 7,124
  • WpVote
    Votes 1,331
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 29, 2026
Alam "Apa sih sebenarnya yang kita cari di dunia ini?" Nilai bagus? Gaji besar? Gelar dari universitas luar negeri? Atau validasi LinkedIn dari orang orang yang bahkan gak benar benar kita kenal? Kadang gue ngerasa lucu aja. Kita tumbuh dengan percaya kalau hidup bakal terasa masuk akal setelah lulus. Setelah kerja. Setelah sukses. Tapi sekarang gue duduk di lantai tiga puluh dua sebuah gedung perkantoran, dibayar mahal untuk bikin presentasi yang bahkan gak dibaca setengah ruangn. Dan ternyata semua orang cuma improvisasi sambil pura pura tahu hidup mereka mau dibawa ke mana. *** Gisha "Perempuan kalau terlalu ambisius nanti susah dapat pasangan." Gue lupa pertama kali dengar kalimat itu kapan. Karena selama hidup gue, selalu ada saja versi lain dari kalimat yang sama. Perempuan jangan terlalu pintar. Jangan terlalu vokal. Jangan terlalu sukses. Jangan terlalu sibuk kerja. Seolah apa pun pilihan hidup perempuan, dunia selalu punya opini sendiri tentang bagaimana seharusnya kami menjalani hidup. Nikah muda dianggap tujuan. Punya karier dianggap terlalu ambisius. Fokus pada diri sendiri dianggap kesepian. Setiap hari orang orang sibuk berdebat tentang hidup perempuan lain seolah kebahagiaan punya satu bentuk yang sama untuk semua orang. Padahal buat gue bahagia sesederhana, bisa bangun pagi dan mencintai hidup yang gue pilih untuk jalani. ***
All Rights Reserved
#8
kimjiwon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • On the Edge of Us
  • MIXED SIGNAL
  • THE PRICE OF US
  • Memories in Budapest
  • Frozen Heart, Sunny Days!
  • Beyond the Edge of Us
  • Hyunwo & Haein
  • Oneshoot!
  • Double Ring Protocol
  • Inevitable

Setelah bertahun tahun bersama, hubungan Kim Soo Hyun dan Kim Ji Won tidak runtuh karena pertengkaran besar atau pengkhianatan. Ia melemah perlahan lewat kelelahan yang tak pernah benar benar dibicarakan, lewat kebiasaan mencintai yang perlahan terasa seperti kewajiban. Mereka masih saling menyayangi. Masih berbagi rutinitas, percakapan kecil, dan rasa aman yang lahir dari waktu yang panjang. Namun seiring waktu, kebersamaan tak lagi memberi ruang untuk berkembang, justru mengikis perlahan. Sejarah yang terlalu panjang membuat pergi terasa mustahil, tapi menjalaninya pun terasa menyesakkan. Jadi sebenarnya, apa yang sedang mereka pertahankan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines