We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Velvet Bloodline

Velvet Bloodline

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 29, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Dark Romance
Erotica
Slow Burn
Di balik kilau dunia mode yang sempurna, Serena Evangeline Wilder hidup sebagai wajah yang dijual-senyum yang dikontrak, tubuh yang dinilai, dan jiwa yang perlahan terkikis. Dibesarkan di panti asuhan, Serena tumbuh menjadi pribadi yang patuh, mudah percaya, dan terlalu baik untuk dunia yang kejam. Ia tahu dirinya sering dimanfaatkan-tapi memilih diam, karena baginya, ditinggalkan selalu lebih menyakitkan daripada dipakai. Hingga suatu hari, ia masuk ke dunia yang salah. Lucian Vance St. Claire. Pria dengan darah bangsawan tua, pewaris kekuasaan yang tidak hanya berdiri di atas bisnis legal, tapi juga jaringan gelap yang tak tersentuh hukum. Dingin, presisi, dan mematikan-Lucian tidak pernah tertarik pada manusia. Sampai ia melihat Serena. Terlalu polos. Terlalu mudah dibentuk. Seperti boneka yang bisa ia miliki... dan hancurkan kapan saja. Namun Lucian tidak sadar satu hal- beberapa hal yang terlihat rapuh, justru menyimpan cara paling berbahaya untuk menghancurkan balik. Ini bukan kisah cinta. Ini tentang obsesi, kendali, manipulasi-dan batas tipis antara memiliki... dan kehilangan kendali sepenuhnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • Salah Status
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines