Where the Dead Island Blooms
"Rai..." suaranya rendah namun kokoh. "Kau salah orang."
"Uchiha Sasuke sudah mati." Kouen menatapnya dalam, tak membiarkan Raikou berpaling. "Di Lembah Akhir. Setelah perang itu selesai."
Kouen menarik napas sebelum melanjutkan, "...Yang ada di sini..." ibu jari Kouen menyapu pelan pipi sahabatnya yang pucat, "...adalah Uzuchi Raikou."
"Keluargaku."
"Satu-satunya orang yang membawa marga yang sama denganku."
Kouen menjeda sejenak, membiarkan kalimat itu meresap ke dalam benak Raikou yang kacau.
"Dan Uzuchi Raikou... tidak punya catatan kriminal."
Raikou tertegun. Bibirnya sedikit terbuka namun tak ada kata yang keluar.
Logika Kouen yang terlalu sederhana itu justru menghantamnya telak. Sesuatu di dalam dada Raikou mendadak retak.
"Tentang darah itu..." Kouen tersenyum tipis, matanya melembut. "Bukan kutukan."
"Ingat kata Nidaime, Rai. Kalian itu cuma... mencintai terlalu kuat."
"Dan kalau mereka benar lahir dari itu, mereka justru beruntung... punya ayah yang bisa mencintai sebesar itu."
Kouen menyandarkan dahinya ke dahi Raikou, membagi napas dan kehangatan yang sama. "Berhentilah menghukum dirimu untuk orang yang sudah mati, Uzuchi Raikou."