Sandiwara Orang Gila

Sandiwara Orang Gila

  • WpView
    Reads 598
  • WpVote
    Votes 136
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 8, 2026
Baskara Diningrat dikurung di rumah sakit jiwa milik keluarganya sendiri, semua orang percaya ia telah kehilangan akal sehatnya. Psychological thriller Deskripsinya yang simpel ae biar kalian ga pusing.
All Rights Reserved
#104
dewtee
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • cuma temen , kok backstreet? (dewtee)
  • MANJA✓
  • COZY HOME (TINGMEEN FAMILY)
  • Detak di Balik Garis Three-Point
  • The Withered Lotus In Ignisgard
  • 𝗔𝘀𝗰𝗲𝗻𝘀𝗶𝗼𝗻 𝗢𝗳 𝗧𝗵𝗲 𝗖𝗿𝗶𝗺𝘀𝗼𝗻 𝗺𝗼𝗼𝗻 - 𝗣𝗲𝗿𝘁𝗵𝗦𝗮𝗻𝘁𝗮
  • BITTER MERCY
  • That Night is Our Beginning (WP Vers)
  • Obsession [Dewtee]
  • Behind The Script: Our Silent Symphony (DewTee)

Peringatan‼️ - Fiksi - mengandung unsur bl (boys love) - mengandung adegan 🔞🔞++ #dewwtee Note: Bila tidak nyaman dengan cerita seperti ini mohon jangan di baca!! [SEBELUM BACA FOLLOW DULU] Menceritakan kisah cinta antara aksara Arel Mahardika dan Rafka geovani yang backstreet Kisah mereka bermula ketika arel yang mabuk di sebuah bar tempat Rafka bekerja "Kalau mau mati muda, jangan di sini. Gue capek bersihin muntahan pengunjung." Bagi Rafka, bar adalah tempat mencari sesuap nasi, bukan tempat untuk meratapi hidup seperti yang dilakukan pria di pojok gelap itu. Melihat tangan pria itu gemetar saat mencoba menggambar di atas tisu bar, Rafka kehilangan kesabarannya. Ia meletakkan sebatang cokelat-satu-satunya pengganjal perut yang ia punya-ke atas meja yang penuh dengan gelas alkohol. "Nih, makan. Gula lebih bagus buat otak lo daripada alkohol. Sketsa lo bagus, sayang kalau tangan lo gemeteran karena kebanyakan minum." Arel mendongak dengan mata sayu. Di balik pengaruh alkohol, ia terpaku pada sosok penyanyi bar yang masih bersimbah keringat setelah tampil itu. Ia tidak butuh nasihat, tapi rasa manis cokelat itu mendadak terasa jauh lebih mewah daripada alkohol mahal mana pun. "Lo... berisik. Tapi suaranya... lumayan. Dan cokelat ini... baunya mahal." Malam itu, mereka berpisah tanpa nama. Rafka menganggap Arel hanyalah "si kaya yang depresi", sementara Arel hanya menyimpan bungkusan cokelat itu sebagai kenangan singkat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines