We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Space Between Us

Space Between Us

  • WpView
    Reads 11,396
  • WpVote
    Votes 1,067
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 16, 2026
WpInfo
Fanfic
"Kalaupun suatu hari nanti aku bukan lagi orang yang kamu cari saat dunia sedang tidak baik-baik saja. Aku akan tetap disini ketika kamu membutuhkanku." - Arkana. "Kamu adalah satu-satunya hal yang gak boleh pergi dari hidupku. Karena kalo kamu gak ada, aku gak tau harus pulang kemana." -Sagara. ⚠️INI ADALAH LAPAK BL⚠️ Jadi buat yang gak suka cowok jatuh cinta sama cowok,gak usah mampir dan ngerusuh di lapak ini.
All Rights Reserved
#9
saldik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • this forced matchmaking
  • Sang pembully dan..?? || Saldik
  • Bertemu? -saldik
  • PERJODOHAN PAKSA (saldik) ✔
  • Bulan Kampus [SALDIK]
  • cinta anak ketua
  • HELLO! PRETTY BOY || SALDIK
  • Terperangkap Obsesi || Saldik [END]
  • Dulu Sahabat,Kini Keluarga(palsul)+Iyok(Ridwan)
  • Bisingnya Cinta Najib. || Hiatus
  • "Panggil Aku Dana Sekali Lagi"
  • di jodohkan Dengan Anak Berandalan Itu
  • Bromance or Hidden Feelings? ( On Going)
  • Saudara Tiri -Saldik
  • Wengi Ing Keraton || SALDIK✓
  • Lelara Kawuri
  • Line & Curve [SALDIK END]
  • bersamamu
  • Stepbrother [SalDik]
  • An Unplanned Marriage [3 Best Couples in GSKY] [END]

Di SMA Garuda, sebuah sekolah khusus laki-laki, nama Affan Faisal (Isal) dan Andika Ari Pradana (Dika) sudah seperti bensin dan api. Kalau mereka berada di satu koridor yang sama, seluruh siswa sudah paham untuk segera menyingkir jika tidak mau kena imbasnya. Isal adalah tipe cowok yang meledak-ledak, sedangkan Dika punya mulut pedas yang selalu tahu cara memancing emosi. Pagi itu, di kantin yang penuh asap rokok tersembunyi dan tawa keras, tensi mendadak naik. "Woi, minggir lo. Mata lo di dengkul?" hardik Isal saat bahunya bersenggolan dengan Dika di pintu kantin. Dika menyeringai, menatap Isal dengan pandangan merendah. "Jalan segede ini masih kurang buat badan lo yang kaku itu? Makanya, jangan kebanyakan gaya." "Anj*ng ya lo, ngajak ribut terus!" Isal menarik kerah baju Dika. "Bact! Maju sini kalau berani, ti!" balas Dika tak kalah kasar. kepo?? bacaa ajaaaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines