PRINCESS COLD ICE
**[Prolog]**
Saat embun pagi masih menyelimuti istana Brurvort Neagerd, tangisan para bayi dari rakyat jelata ramai terdengar di desa-desa kecil. Namun, di dalam istana megah berlapis emas, suasana sunyi menyelimuti kamar kecil sang putri.
JeongYeon kecil duduk diam di atas tempat tidur empuknya. Mata tajamnya menatap kosong ke arah jendela, wajahnya tanpa ekspresi. Bahkan ketika sang Ratu IU mencoba mengajaknya bermain boneka berbulu dari sutra Eltharia, JeongYeon hanya mengedipkan mata-sekali. Tanpa senyum, tanpa tawa.
Raja Bogum memanggil Tabib Istana tertua, seorang pria bijak bernama *Yulfren Ardebald*. Dengan jubah biru panjang dan jenggot perak, Yulfren datang membawa gulungan naskah dan ramuan.
Setelah mengamati JeongYeon berhari-hari, ia akhirnya menghadap raja dan ratu.
"Yang Mulia," katanya, membungkuk hormat, "Putri JeongYeon mengalami kelainan jiwa yang sangat langka dalam dunia pengobatan kerajaan. Kami menyebutnya *Arctea Emotiva*. Ia tidak kehilangan rasa, hanya tidak mampu mengekspresikannya."
"Apakah ini akan sembuh?" tanya Ratu IU, suaranya nyaris bergetar.
"Sembuh... hanya jika ada yang bisa mengguncang jiwanya, menggoyahkan dinding dingin yang membungkus hatinya. Entah itu rasa takut... atau cinta yang dalam."
Raja Bogum terdiam, memandang putrinya yang duduk sendiri di tepi jendela.
Dari sanalah takdir sang *Princess Cold Ice* dimulai-takdir yang kelak akan membawa perubahan besar di seluruh Kerajaan Brurvort Neagerd.
---
<New Book