Et ass an der Rei // Jaehee (lokal)
"Aku tidak butuh dikasihani. Aku hanya butuh seseorang yang tidak bertanya 'kenapa', saat aku sedang hancur."
Jehan tahu hidupnya sudah ditentukan oleh waktu yang menipis. Sebagai anak sulung dengan Leukemia yang diam-diam menggerogoti raganya, tugas utamanya adalah memastikan Senja-adiknya-tidak pernah melihat kakaknya menangis.
Ia adalah pahlawan tanpa jubah bagi keluarganya, pilar yang kokoh meski sebenarnya sedang keropos. Namun, ada satu titik di mana pilar itu tak mampu lagi menopang langit.
Saat ambang pintu rumah sakit menjadi satu-satunya dunia yang ia kenal, Jehan mulai mempertanyakan: apakah membohongi orang-orang yang dicintai benar-benar sebuah perlindungan, atau justru penghalang untuk benar-benar dicintai sebelum ia pergi?
Sebuah perjalanan emosional tentang penerimaan, beban ekspektasi, dan arti sesungguhnya dari sebuah perpisahan.
#No Romance, Just Angst