Silent Fractured

Silent Fractured

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 17, 2026
Author's Note ⚠️ Cerita ini murni hasil imajinasi dan karya asli penulis. Ditulis dengan waktu, tenaga, dan perasaan. ⚠️ DILARANG KERAS menyalin, menjiplak, mengklaim, atau mempublikasikan ulang sebagian maupun seluruh isi cerita ini ke platform mana pun tanpa izin penulis. Plagiarisme adalah tindakan tidak terpuji dan dapat ditindak sesuai aturan yang berlaku. Untuk para pembaca, mohon bijak dalam membaca. Hormati karya, penulis, dan sesama pembaca. Gunakan bahasa yang sopan di kolom komentar, tidak menyebarkan kebencian, tidak memaksakan opini, dan tidak membawa isu sensitif secara berlebihan. Jika ada kritik atau saran, silakan disampaikan dengan bahasa yang santun dan membangun. Terima kasih sudah membaca dan menghargai karya ini _______☆________ "Let's live longer, my home." Nyatanya, kehadiran seseorang yang dulu dianggap biasa adalah tempat bersandar paling nyaman. Bukan tentang seberapa lama kita mengenalnya, melainkan tentang seberapa jauh kita bertahan bersama. Saat dirinya nyaris hancur diserang nestapa, jiwanya luruh bersama derita, dan kewarasannya tandas oleh luka. Disitulah kisah ini dimulai, saat dimana sosok "dia" yang menjadi tempat pulang ternyaman di tengah jiwa yang berduka, dan saat "dia" menjadi rumah di tengah kesunyian yang menghantam dada. Dua orang yang sama-sama terluka, dipertemukan oleh takdir yang tak terduga. Pertemuan sederhana yang diam-diam merajut kisah menyenangkan sekaligus menyakitkan. Mereka saling menggenggam, mengharapkan sejumput kebahagiaan di akhir kisah yang telah mereka perjuangkan. "Tragedi terbesar dalam hidupku adalah jatuh hati padamu. Tentang bagaimana kamu menawarkan banyak warna pada hidupku yang kelabu, dan tentang bagaimana kamu menjadi payung saat hujan kembali menghatuiku." "Dan bagiku, kamu adalah sebuah film dengan episode-episode penuh makna, yang mengajarkanku cara untuk bertahan lebih lama-meski hanya seperti kupu-kupu yang tak lagi terbang, tapi tetap hidup dengan caranya sendiri."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hutan Langit [cover dalam pembuatan]
  •  Cerita pendek ( SUDAH TERBIT)
  • ILLEGIRL
  • ZALICTA [SELESAI]
  • Sains & Logika
  • Remember Me (TERBIT)
  • Merangkai Kisah Kelabu
  • Membunuh Diriku Sendiri ✔
  • Caramel Machiato✔️
  • SAGARA  Let's play (TERBIT)

Lenatea Ranasya dan Zayn Pradipta tumbuh bersama di desa kecil yang terletak di kaki Gunung Ardan. Hutan Langit, dengan pepohonannya yang menjulang seolah menyentuh langit, menjadi tempat mereka. Mengapa pergi? Apa alasanya? Siapa yang salah? "Waktu telah mengubah segalanya" - Lenatea Ranasya. Hutan Langit akan menjadi saksi dari perpisahan yang tak bisa diperbaiki? [cover dalam pembuatan]

More details
WpActionLinkContent Guidelines