Pada hari pertama pelatihan sebelum Bakti, Shaqila sangat cemas. Ia kehilangan arah di koridor kampus yang besar dan asing, sementara grup WhatsApp kelompoknya sudah ramai menanyakan keberadaannya. Untunglah, seorang teman yang ia kenal saat menunggu untuk tes kesehatan beberapa minggu sebelumnya melintas dan bersedia membantunya menuju perpustakaan pusat.
Saat Shaqila sampai di perpustakaan, ia mendapati teman-teman sekelompoknya telah duduk di sudut ruangan, dikelilingi oleh tumpukan kertas dan berbagai alat untuk orientasi.
Namun, fokus Shaqila langsung tertuju pada seorang pria muda yang duduk di tengah mereka. Pemuda tersebut mengenakan kemeja hitam dengan lengan yang digulung hingga siku. Dia tidak sepenuhnya diam, masih merespons dengan santai saat diajak berbicara dan sesekali memberikan senyum tipis kepada teman di sampingnya.
Namun, ada sesuatu yang membuatnya berbeda. Sikapnya yang tenang tampak lebih dewasa untuk seorang mahasiswa baru, dan tatapan matanya kadang terlihat kosong, seolah ia sedang memikirkan sesuatu yang dalam. Penampilannya yang sederhana dengan kemeja hitam justru menambah kesan misterius.
Ketika Shaqila melangkah lebih dekat untuk duduk di lantai, pria berkemeja hitam itu menatap ke arahnya. Mata mereka bertemu, dan entah mengapa, Shaqila merasa bahwa pemuda ini akan membawa cerita menarik dalam perjalanan kuliahnya ke depan.
All Rights Reserved