Thread of destiny┆

Thread of destiny┆

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 25, 2026
Menceritakan seorang perempuan bernama anin, yang tinggal di Jepang dan sekolah di SMA midoru, ia dan keluarganya jualan toko kue di Tokyo, dan laris manis, dan ia seorang wakil ketua OSIS, mungkin cukup muda, karena dia kelas dua SMA, dan dia memiliki teman masa kecil nya waktu di Jepang. Anin tinggal di Jepang semenjak dia kelas 3 sd dan mempunyai teman saat itu, siapakah dia? apakah anda bisa menebak nya? Dan mungkin itu awal mula benang merah menemukan mereka. Genre -Shoujo/horor Character, Mbti, kegiatan, and klub -Anin, Ent-j, wakil ketua OSIS, voli. -Akao, Inf-j, ketua OSIS, basket. -Yuki, Enf-j, member osis, seni. -Zuki, Int-j, member osis, hoki. -Momoi, isf-j,murid biasa, balet. -Juro-Ent-p, pembuat onar, bola. *Update lama.. sorry😭 Foto buat cerita nya dari pin yaaa yang gambar tangan*
All Rights Reserved
#705
shoujo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Villain Mother
  • iKON SALAH GAUL
  • From Me || Neochin
  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Almost Married (END)
  • Maaf : Kamu Bukan Yang Pertama  [End✔]
  • Play With Me ? [ kth ] ✔
  • Pengalaman Main RP
  • Yes or Yes [ SOOKAI / SOOBIN x HUENINGKAI ]
  • RainNick Diantara Kita (REVISI)

HAPPY READING ❤️‍🔥 "Eungghh..." Zeva mengerang. Hal pertama yang ia rasakan adalah kepalanya yang serasa berat dan berdenyut. Saat ia mencoba menggerakkan badan, tulang-tulangnya terasa kaku dan pegal luar biasa. "Nyonya? Nyonya Thania sudah sadar?!" sebuah suara parau penuh haru terdengar di dekat telinganya. Zeva mengerjap-erjapkan matanya yang masih buram. Begitu pandangannya fokus, ia tidak melihat langit-langit putih rumah sakit atau wajah panik orang tuanya. Alih-alih, ia menatap langit-langit kamar mewah dengan desain interior klasik yang sangat asing. "Aduh, kepala gue..." Zeva memegang keningnya, lalu menoleh ke samping. Ia terlonjak kaget melihat seorang wanita paruh baya berpakaian pelayan sedang menangis sesenggukan sambil memegang tangannya. "Akhirnya Nyonya bangun. Bibi takut sekali Nyonya kenapa-kenapa." Zeva mengernyitkan dahi. "Nyonya? Bibi?" Ia bangkit duduk dengan perlahan meski kepalanya masih berputar. Ia memandangi tangannya yang tampak lebih dewasa, lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar yang luasnya tidak masuk akal itu. "S-siapa ya? Terus... ini di mana? Kok gue bisa di sini?" tanya Zeva dengan nada bingung sekaligus waspada. Wanita yang menyebut dirinya Bi Minah itu langsung terdiam, matanya membelalak kaget. "Nyonya... Nyonya tidak ingat saya? Ini rumah Nyonya sendiri, rumah Tuan Devan." Zeva tertegun. Nama-nama itu terasa tidak asing. Otaknya mencoba memproses informasi tersebut sampai akhirnya ia teringat buku novel yang ia lempar ke sofa tadi malam. "Bentar... jangan bilang gue masuk ke novel sampah itu?" gumam Zeva dengan wajah pucat pasi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines