Khaotung sangat mencintai langit, selain itu adalah pekerjaannya, Khaotung merasa di atas langit bisa membawanya terbang menuju mimpi yang selalu ia harapkan. Namun samudra itu menghantam kesedihan Khaotung hingga ia harus tetap berdiri tegar diatas langit. Khaotung menatap langit melalui jendela kaca bandara yang besar. Langit yang biasanya ia cintai, kini terasa seperti penjara yang luas dan dingin. "First, maafkan aku... Aku benar-benar merasa nyaman bersamamu. Perasaan itu nyata. Tapi aku terlalu lemah untuk melepaskan Force. Setiap kali kau menyeduh kopi, setiap kali kau merapikan kerah bajuku... aku merasa dia pulang melalui kau" - Khaotung "Aku seorang pilot. Tugasku adalah membawa orang sampai ke tujuan. Aku pikir, aku adalah tujuanmu. Tapi ternyata, aku hanyalah pesawat transit. Kau menggunakanku untuk tetap terbang karena kau takut mendarat di kenyataan bahwa dia sudah tidak ada" - First
More details