SEBELUM KETUKAN AJAL MENDATANG

SEBELUM KETUKAN AJAL MENDATANG

  • WpView
    LECTURAS 6
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadConcluida dom, may 17, 2026
Sebuah novel yang menceritakan tentang kontrasnya dua kehidupan: seorang gadis yang merindukan suara ayah yang tak pernah ia kenal sejak kecil, dan mereka yang menyia-nyiakan kehadiran orang tua dengan keangkuhan serta bentakan amarah. Melalui untaian kisah yang menyentuh hati, pembaca diajak merenungkan sebuah kebenaran yang menyakitkan-bahwa kata-kata kasar yang kita lontarkan kepada orang tua bisa saja menjadi kalimat terakhir yang mereka dengar dari kita sebelum napas mereka terhenti. Jangan biarkan egomu menciptakan jarak yang tak akan pernah bisa dijembatani lagi oleh waktu. Sebuah refleksi mendalam tentang arti kehilangan, sebelum kehilangan itu benar-benar menjadi nyata..
Atribución Creative Commons (CC)
#16
sosokayah
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Auto Save!
  • The Antagonist Hates Socializing [End]
  • Target Si Supir
  • After the Fall
  • Trouble Maker
  • Lysander Lowell De Villiers
  • "Liburan" Bonus Suami
  • Transmigrasi Menjadi Mama Tiga Alpha
  • Your Auntie
  • ELION (bl)

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido