Vivian Moore tumbuh dengan satu keyakinan sederhana: jika ingin dipilih, jadilah berguna.
Sepanjang hidupnya, ia terus berusaha menjadi seseorang yang layak dipertahankan. Anak yang tidak merepotkan, murid yang membanggakan, pekerja yang bisa diandalkan. Namun setelah satu kegagalan menghancurkan semua yang telah ia bangun, Vivian akhirnya menyadari bahwa dunia tidak pernah benar-benar membutuhkan dirinya. Mereka hanya membutuhkan apa yang bisa ia lakukan.
Maka sebelum mati, Vivian berharap pada kehidupan kedua. Kehidupan di mana ia tidak lagi menjadi seseorang yang mudah disingkirkan.
Lalu saat membuka mata, ia terbangun sebagai Seraphine Valebrune de Elarion, putri kesayangan Kekaisaran Elarion. Mawar Putih kerajaan yang dipuja karena kecantikan, darah bangsawan, dan divine affinity yang dianggap berkah para dewa.
Di dunia baru yang dipenuhi kekuatan suci, keluarga kerajaan, gereja, dan manusia-manusia yang rela berlutut demi dirinya, Seraphine akhirnya menemukan sesuatu yang tak pernah ia miliki sebelumnya:
Kekuasaan.
Namun kehidupannya berubah ketika sebuah wahyu ilahi memilihnya sebagai kandidat saintess berikutnya, sosok suci yang dipercaya menjadi cahaya bagi seluruh Elarion.
Sayangnya, Seraphine tidak pernah diciptakan untuk menjadi cahaya.
Di balik wajah anggun dan senyum lembutnya, tersembunyi ambisi, manipulasi, dan rasa lapar akan kendali. Dan semakin lama berada di Elarion, Seraphine mulai menyadari bahwa orang-orang di sekitarnya tidak sekadar menyukainya.
Mereka terobsesi padanya.
Di dunia penuh doa, kekuasaan, dan kemunafikan suci, Seraphine memulai permainannya sendiri. Ia akan bermain catur penuh bidak yang rela berdarah bahkan mati untuknya, agar Seraphine bisa tetap di puncak tertinggi.
Tous Droits Réservés