When The Sun Meets The Moon

When The Sun Meets The Moon

  • WpView
    Reads 2,507
  • WpVote
    Votes 440
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Jun 21, 2026
Baru lima bulan debut di bawah Jin Hit Entertainment, grup campuran ECLIPSE langsung mengguncang panggung K-Pop dengan konsep seksi mereka yang memikat dunia. Di balik gemerlap lampu neon, Jeon Jungkook sang leader legendaris diam-diam memendam rasa rekan grupnya yakni Lalisa, sejak masa trainee. Namun, ia tak sendirian. Kim Mingyu dengan berani melangkah maju menunjukkan ketertarikannya pada gadis yang sama. ​Di antara ego, kompetisi ketat industri musik, dan rahasia yang tersimpan rapat, akankah harmoni grup ini tetap bertahan? Ini adalah kisah tentang ambisi, panggung yang panas, dan perasaan terlarang ketika sang matahari harus bersinggungan dengan sang rembulan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Chasing Sanara
  • The Last Yes!
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • Nala dan Mas Juragan
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • De Andere Weg (END)
  • The Villain Mother
  • Almost Married (END)

🔞⚠️Note: Cerita ini 21+ ya. Isinya untuk dewasa, mohon bijak dalam membaca. ****** Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines