Drowning in Darkness(Hiatus)

Drowning in Darkness(Hiatus)

  • WpView
    Lecturas 227
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Partes 13
WpMetadataReadConcluida jue, sep 10, 2026
WpInfo
Ficción
Acción y Suspenso
Romance
Temas Sociales
Zidan Elfano Damian seorang yg pernah mengalami trauma dianiaya oleh kedua orang tuanya juga sempat masuk RSJ karena kesehatan mentalnya dan kini ia mengalami masalah pada pendengarannya.Apa ia akan sembuh dari traumanya atau ia akan menghadapi masalah baru dalam hidupnya? Suatu hari ia jatuh cinta kepada seorang gadis sederhana yg berasal dari desa. Apakah adanya hadir seorang dia cintai mampu membuat bahagia dan terbebas dari belenggu kegelapan yg selama ini yg membuat ia trauma?
Todos los derechos reservados
#223
kesehatanmental
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Bukan Babysitter, Bung
  • Bukan Sembarang Figuran
  • THE DUCHESS OF LANCASTER : A Tale of Two Lives (END/COMPLETED)
  • AVISENA
  • GAIRAH MENANTU BERSERAGAM
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • Stuck Between The Pags
  • Jangan Halangi Pensiun Diniku, Mas Aktor! (Hiatus)
  • XAVIER : The Silent Guardian

"Aku ingin kau menjaga putraku... dan teman-temannya." Naraska mengernyit. Kata-kata itu terasa janggal di telinganya. Di seberang meja kerja, Rajendra C. Lysander duduk tegak, menatapnya lurus sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di permukaan kayu. "Aku tahu ini terdengar aneh," suara Rajendra berat, sarat kelelahan. Di tangannya, selembar kertas bisnis terjepit tanpa benar-benar ia baca. "Tapi aku akan pergi selama tiga bulan untuk perjalanan bisnis. Jadi aku membutuhkan bantuanmu." Naraska menarik napas. "Aku tidak keberatan, Paman. Tapi... mengapa harus aku? Mereka sudah mahasiswa. Bukankah mereka bisa menjaga diri mereka sendiri?" Rajendra terdiam sejenak, lalu menghela napas panjang. Tatapannya beralih ke luar jendela, seolah mencari jawaban pada langit senja di balik kaca. "Putraku dan teman-temannya telah tinggal di rumahku selama 5 bulan," ucapnya pelan. "Mereka tengah bersiap untuk mengikuti pertandingan Battle of the Bosses. Karena mereka meminta cuti, jadwal belajar mereka bersama pengajarnya semakin padat." Naraska menautkan alis. "Kalau begitu, mengapa aku perlu mengawasi mereka? Bukankah guru itu cukup?" Mata Rajendra kembali beralih padanya, kali ini tajam dan penuh arti. "Itulah," katanya singkat. "Yang ku ingin kau awasi"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido