the Safe Word is Silence [18+]

the Safe Word is Silence [18+]

  • WpView
    Reads 114
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 29, 2026
Bayangkan kamu adalah tiga pemuda dengan tampang berandalan, otot kencang, tapi saldo rekening nol besar. Diusir dari kontrakan tinggal menghitung hari. Dalam kondisi perut keroncongan, sebuah video queer-baiting iseng di TikTok justru meledak. Kolom komentar dipenuhi pria-pria berduit yang entah kenapa sangat ingin dihajar oleh mereka bertiga. Bara, Gala, dan Raka akhirnya membuat keputusan paling gila dalam sejarah hidup mereka. Mereka membuka jasa pemuas fantasi ekstrem. Syaratnya sederhana. Klien bayar mahal, serahkan KTP, tanda tangani kontrak pembebasan tuntutan hukum, dan siapkan mental. Apa yang awalnya cuma sandiwara kasar demi bertahan hidup pelan-pelan bermutasi menjadi candu. Uang mengalir deras, dominasi menjadi adiksi, dan batas antara kewarasan serta kegilaan makin kabur.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • AVISENA
  • The Last Antagonis
  • Side Character Syndrome
  • SALAH OBAT
  • [TAMAT] Help, I'm a Zombie!
  • 𝗗𝗲𝗸𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗻𝗴 𝗗𝗲'𝗔𝘁𝗵𝗼𝘀
  • Ervan Carolline
  • GHOST FACE: NEXT, ARE YOU READY? (21+) ✔️
  • S Di Antara Dua N

Dia dibuang oleh darahnya sendiri. Diselamatkan oleh musuh keluarganya. Diawasi oleh bayang-bayang masa lalunya. Nealine Drakfire. Putri dari organisasi pembunuh paling ditakuti: Wolven. Dalam satu malam, ia difitnah, diburu, dan dinyatakan mati. Tujuannya hanya satu: Menjadi gadis normal yang hobi makan es krim. Dan demi mencapai tujuan itu ia harus menumpahkan bayak darah. Tetapi ... takdir bercanda terlampau kejam. Nealine tidak bisa benar-benar menjadi normal. Ia terjebak diantara dua pria yang rela mati demi melindunginya. Dan ... semakin mereka mencintainya, semakin dalam pula luka yang harus ditanggung. Ia harus memilih, antara pria yang dianggapnya rumah? atau pria yang rela menunggunya di dalam bayang-bayang selama tiga belas tahun? Mencintai adalah pilihan. Dan disetiap pilihan ada darah. Dan rasa darah tidak manis seperti es krim yang disukainya. ... Copyright © 2026 alyzd23. All rights reserved.

More details
WpActionLinkContent Guidelines