Vivi selalu menganggap Yoon Jeonghan sebagai manusia paling menyebalkan yang pernah ia kenal. Teman dekat kakaknya, Seongcheol, itu hobi sekali menggodanya setiap kali mereka bertemu. Mulai dari komentar iseng, sengaja bikin Vivi emosi, sampai memperlakukannya seperti anak kecil hanya karena jarak usia mereka sepuluh tahun.
Dan Vivi? Tentu tidak pernah mau kalah.
Setiap Jeonghan datang ke rumah, keributan kecil pasti terjadi. Seongcheol bahkan sudah terbiasa melihat adiknya beradu mulut dengan sahabatnya sendiri. Bagi mereka, tidak mungkin Vivi dan Jeonghan bisa akur.
Sampai semuanya berubah saat Vivi memasuki semester enam.
Seongcheol tiba-tiba harus pergi ke luar negeri selama tiga bulan untuk urusan pekerjaan. Awalnya Vivi pikir ia akan tinggal sendiri, tapi ternyata kakaknya sudah membuat keputusan sepihak-menitipkannya di rumah Jeonghan.
"Cuma tiga bulan," kata Seongcheol waktu itu.
Bagi Vivi, itu terdengar seperti hukuman hidup.
Tinggal serumah dengan Jeonghan berarti menghadapi laki-laki itu setiap hari: mendengar ocehannya dari pagi, rebutan remote TV, perang komentar saat makan malam, sampai kebiasaan Jeonghan yang seenaknya masuk ke hidup Vivi dan mengatur hal-hal kecil yang bahkan tidak diminta.
Namun semakin lama, Vivi mulai menyadari sesuatu.
Di balik sikap tengil dan senyum menyebalkan Jeonghan, ada sisi lain yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Jeonghan diam-diam selalu memastikan Vivi pulang dengan aman, mengingatkan jadwal kuliahnya, bahkan menungguinya begadang saat Vivi stres mengerjakan skripsi proposal.
Dan untuk pertama kalinya, pertengkaran mereka tidak lagi terasa seperti kebencian.
Sementara itu, Jeonghan yang awalnya hanya menganggap Vivi sebagai adik kecil sahabatnya, perlahan mulai merasa rumahnya terlalu sepi saat Vivi tidak ada.
Masalahnya, perasaan itu seharusnya tidak muncul sejak awal. Karena bagi Seongcheol, sahabat dan adiknya tidak boleh terlibat hubungan apa pun.
All Rights Reserved