Frekuensi Dirgantara

Frekuensi Dirgantara

  • WpView
    Reads 291
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 12, 2026
"Apakah Anda siap menjadi istri prajurit udara yang nyawanya dipertaruhkan di langit?" ​Bagi Dokter Shena, logika adalah segalanya. Bagi Letnan Bira, disiplin adalah senjatanya. Menikah karena lelah dijodohkan, mereka sepakat menjadi rekan serumah formal yang saling menghormati privasi. Namun, saat lengan kokoh Bira menjadi satu-satunya jangkar Shena di tengah riuhnya tradisi Pedang Pora, kesepakatan taktis itu mulai goyah. Mereka lupa, di dalam pernikahan militer, musuh terbesar bukanlah risiko tugas, melainkan perasaan yang tumbuh tanpa izin. ~~~ bersama sabi semua bisa hehehe salam kenal semua 🫶🏻
All Rights Reserved
#2
perwira
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SASMITA CANDALA (21+)
  • Almost Married (END)
  • Kita Yang Belum Usai
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • I Won't Be the Tragic Fiancée
  • Overruled, Senopati
  • The Villain's Mother
  • Nala dan Mas Juragan
  • The Lover

Di Fakultas Ilmu Budaya tempat Andini menuntut ilmu, terdapat satu keanehan yang mencolok: seorang dosen bernama Bapak Mahapraja Hapsari. Setiap kali mengajar, beliau selalu mengenakan kain batik sebagai bawahan. Beliau tidak pernah mengenakan celana kain. Kain tersebut dipadupadankan dengan kemeja berwarna teduh, seperti krim, cokelat muda, putih gading, hijau pupus, dan sesekali merah muda. Penampilannya selalu tampak rapi dan konsisten. Pada awalnya, ketika baru memasuki semester pertama, Andini mengira bahwa hal tersebut hanyalah gaya berbusana biasa. Namun, hingga memasuki semester ketiga, gaya berpakaiannya tidak pernah berubah. Pada suatu siang, karena rasa ingin tahu yang besar, Andini memberanikan diri bertanya secara langsung dengan sopan dan santun. Ia bertanya mengapa beliau tetap mengenakan kain lebar yang terkesan gerah di cuaca panas seperti ini. Dosen yang bertubuh besar dan kekar dengan kulit berwarna cokelat mengilat itu tidak segera menjawab. Ia justru balik bertanya, "Kamu bukan orang Jawa asli, bukan?" "Iya, Pak. Saya orang Sunda. Ibu saya yang berdarah Jawa," jawab Andini. Pria itu bergumam pelan, "Sayang sekali." Wajahnya seketika tampak muram. "Jika kamu benar-benar ingin tahu, temui aku di ruanganku pukul lima sore," ujarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines