Terseret Takdir

Terseret Takdir

  • WpView
    Reads 256
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadComplete Thu, May 28, 2026
BxB( yang homophobia silahkan skip aja ya)
All Rights Reserved
#115
takdir
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Moon's Cursed Shadow ||ATEEZ【woosan】
  • Our Sweetest Bond[Dodam]✔
  • ROTTEN LOVE
  • Camera Action! | WooSan
  • Us, Together - Joonghwa, Minyun, Sanwoo, Jongsang
  • redam, hampa.
  • The Way of the Househusband
  • "The CEO and His Secretary" | Minyun☆ ✅️
  • Baby Boss Assistant ||ATEEZ【woosan】
  • ⊹ ࣪ ˖╰┈➤ Husband - MinYun ⌗.ᐟ

​"Di balik sutra yang indah dan mahkota yang berkilau, aku hanyalah seorang pangeran yang sedang mati perlahan." ​Pangeran Jung Wooyoung adalah definisi dari keanggunan yang menyiksa. Cantik, manja, dan memiliki ego setinggi langit, ia adalah permata kebanggaan Kerajaan Goryeo Timur. Namun, kecantikannya justru menjadi kutukan saat sang Raja memutuskan untuk menumbalkannya dalam sebuah pernikahan politik demi nama baik istana. ​Namun, takdir memiliki rencana lain. Di kegelapan Hutan Hitam yang terlarang, Wooyoung menemukan sesuatu yang tidak pernah ia duga: sebuah perlindungan dalam wujud monster yang paling dibenci ayahnya. ​San. Sosok pemimpin klan Lycan yang liar dengan mata emas yang menghujam. ​Bagi dunia, San adalah bayangan terkutuk dari rembulan. Namun bagi Wooyoung, San adalah satu-satunya orang yang membiarkannya menjadi diri sendiri tanpa beban mahkota. Di bawah perlindungan sang serigala, ego Wooyoung yang biasanya menyebalkan berubah menjadi rasa cinta yang obsesif dan berbahaya. ​Saat istana menuntutnya kembali dan pedang-pedang mulai terhunus, Wooyoung harus memilih: Kembali menjadi pangeran "sempurna" yang hampa, atau membuang mahkotanya dan berlari ke pelukan sang bayangan terkutuk selamanya? ​"Biarkan mereka menyebutku gila. Karena lebih baik aku menjadi ratu di tengah hutan ini, daripada menjadi raja di istana yang tidak memiliki dirimu."

More details
WpActionLinkContent Guidelines