*Our Little Conflict*
Semua berawal dari atap kosan tua itu.
*Gen 1*: Jella dan Qihan nyuri-nyuri waktu buat ketemu, ribut soal hal konyol, dan belajar buat tetap milih satu sama lain. Nella dan lujie, pendiam tapi dalam, jatuh cinta lewat obrolan malam dan hal-hal kecil yang sabar. Dua pasangan, satu atap, dan satu pelajaran: rumah itu bukan tempat-tapi orang.
20 tahun kemudian, *Gen 2* nerusin ceritanya.
Kai, anaknya Jella dan Qihan, berantakan, pelupa, dan payah soal ngomongin perasaan. Lani, anaknya Nella dan lujie, pendiam, peka, dan kebanyakan nyimpen pikiran sendiri. Mereka jatuh cinta pelan-pelan, tanpa hal besar-cuma lewat kopi bareng, deadline yang kelewat, dan ribut gara-gara sikat gigi basah.
Cinta mereka nggak diuji jarak atau drama besar, tapi sama hal-hal kecil: beda jadwal, batasan yang ketabrak, sampai "uji coba" tinggal bareng 7 hari. Setiap konflik ngajarin mereka hal yang sama kayak yang dipelajarin Jella dan Qihan dulu-cinta itu bukan soal nggak pernah salah. Tapi soal milih buat ngerti, minta maaf, dan pulang ke orang yang sama.
Bertahun-tahun kemudian, mereka masih di sana.
Masih ribut soal lampu jam 1 malam.
Masih baikan pakai mie instan.
Masih milih satu sama lain, tiap hari.
Karena nggak semua cerita butuh akhir yang besar.
Kadang cukup dua orang yang terus ada buat ngadepin konflik-konflik kecilnya.
All Rights Reserved