broken home menemukan cinta sejati

broken home menemukan cinta sejati

  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 18, 2026
Hari-hari setelah ibunya keluar dari rumah sakit membuat Alya berubah sedikit demi sedikit. Ia mulai lebih sering berada di rumah. Mulai membantu ibunya memasak. Mulai mencoba memperbaiki hubungan yang selama ini terasa retak. Walaupun belum sepenuhnya membaik, setidaknya rumah itu tidak lagi terasa sesesak dulu. Dan untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun... Alya mulai belajar bahwa keluarga tidak selalu tentang rumah yang sempurna. Kadang hanya tentang dua orang yang sama-sama mencoba bertahan. --- Malam itu udara terasa dingin setelah hujan. Alya duduk di lantai kamar sambil menelepon Raka seperti biasa. Namun malam ini suara Raka terdengar jauh lebih lelah. > "Lo capek?" tanya Alya pelan. Di seberang sana terdengar suara helaan napas kecil. > "Tugas numpuk." > "Tidur sana." Raka tertawa pelan. > "Gak bisa." Alya mengernyit. > "Kenapa?" Beberapa detik suasana hening. Lalu Raka berkata pelan, > "Karena gue kangen." Jantung Alya langsung berdetak cepat. Pipi Alya memanas walaupun mereka hanya berbicara lewat telepon. > "Gombal." > "Serius." Suara Raka terdengar kecil dan jujur. Dan entah kenapa... itu membuat dada Alya terasa hangat. --- Beberapa minggu kemudian, hujan mulai jarang turun. Musim berganti perlahan. Dan tanpa terasa ulang tahun Alya semakin dekat. Biasanya Alya tidak pernah terlalu peduli dengan hari ulang tahunnya. Karena sejak keluarganya hancur, tidak ada lagi perayaan hangat seperti dulu. Namun tahun ini berbeda. Karena ada seseorang yang membuat Alya diam-diam berharap. --- Tepat pukul dua belas malam, ponsel Alya langsung dipenuhi pesan dari teman-temannya. Namun satu panggilan masuk membuat jantungnya berdebar. Raka. Alya langsung mengangkat telepon itu cepat. > "Halo?" > "Selamat ulang tahun, cantik." Suara Raka terdengar lembut di tengah malam yang sunyi. Alya langsung tersenyum kecil. > "Makasih." > "Harapan lo tahun ini apa?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Akalanka 2
  • ERLANGGA (ON GOING)
  • Seberang
  • ARESKA
  • Askanara
  • Kenapa Harus Dia?
  • DEVANO
  • Never Gone ✔️
  • AVOID
  • 02.00

Masalah tak sepenuhnya hilang begitu saja; meninggalkan satu luka yang masih tersisa. Niatnya pergi untuk menyembuhkan sisa luka. Namun, hal yang wajar bukan jika rencana seringkali tak sejalan dengan realita? Sisa lukanya memang sudah hilang sempurna. Tapi, siapa sangka jika masalah baru akibat keputusannya juga berujung mengundang kembalinya luka? Bahkan, kini luka itu bercabang, merayap di diri yang lain. Benar. Dalam hidup memang tak akan bisa lepas dan bebas dari luka. Hal yang perlu dilakukan adalah mencari obat untuk sembuh bukan? Atau justru menyerah dan pasrah sebab terlalu lelah? ### Please, don't copy my story. I'm really sure, you can make stories better than me!

More details
WpActionLinkContent Guidelines