Pretty Little Lies

Pretty Little Lies

  • WpView
    Reads 160
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 12 hours ago
WARNING ⚠️ Ada bagian yg mungkin kurang nyaman buat sebagian pembaca. Tindakan Obsesi, kissing dll. Ini genre dark romance tapi ga sampe ke tahap yg anu anu kok yaa. Tpi tetep aja bocil minggir dulu hus hus *** "Salah paham?" Regas terkekeh hambar. Langkah besarnya memaksa Selena mundur hingga punggung gadis itu membentur pintu apartemen yang keras. Jarak mereka terkikis habis. Aroma jersey basketnya yang basah mengepung Selena. Regas yang biasanya selalu menjaga jarak aman itu kini mengunci tubuh Selena sepenuhnya, tanpa menyisakan ruang sedikit pun. "You know the rules, Valerie," bisik Regas serak. Jari-jarinya mencengkeram rahang Selena, mengunci wajah gadis itu agar tidak bisa berpaling. "Gas, listen to me-" "I told you before, jangan dekat-dekat dia," potong Regas kaku. Bayangan Raven yang selalu merebut segalanya kini tumpang-tindih dengan Selena. "Dia udah ambil semua dari hidup gue. But not you, Valerie. Never you." Selena tertegun melihat kilat asing di manik hitam Regas. Kedua tangan Regas yang bertumpu pada tembok di belakangnya bergetar kecil, mencengkeram hingga buku jarinya memutih. Regas hanya tidak ingin kehilangan apa yang sudah menjadi miliknya. Sebelum Selena sempat menenangkan, Regas merunduk drastis dan menyatukan bibir mereka. Tanpa kecupan lembut, Regas langsung menuntut lewat pagutan berat yang tergesa-gesa. Gigi mereka sempat berbenturan pelan. Regas melumat bibirnya dalam-dalam, seolah menyedot seluruh eksistensi Selena. Cengkeraman di rahangnya mengerat, memastikan Selena tetap di tempat menerima seluruh rasa cemburu ekstrem itu. Ketika Regas menarik diri, napas mereka memburu di udara sunyi. Ibu jarinya mengusap sisa basah di bibir Selena, sementara sepasang matanya kembali meredup. Tatapan berapi-api tadi lenyap, digantikan sorot mata datar yang kosong menutup kembali akses masuk ke dunianya. "You're staying here tonight," ucap Regas tanpa intonasi, lalu berjalan menuju kamarnya tanpa menoleh lagi.
All Rights Reserved
#354
cinta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AGAM [terbit]
  • ALAVIA (TERBIT)
  • ZiAron [END]
  • PACARNYA BOO (Sudah Terbit)
  • MY PERFECT SUAMI
  • BUCINABLE [END]
  • ANNA (daily up)
  • AURELLIA; Antagonist Girl [END]
  • SEPTIHAN

Mari follow terlebih dahulu 💋 *** Leyla termangu sesaat. Sebuah pistol di todongkan tepat di keningnya. "Masih mau bermain-main, hm?" Yang di tanya pun menggeleng cepat. "Berikan senjata itu!" Perintah Agam. Dengan patuh Leyla mengeluarkan pistol tersebut dari dalam tas. Ia tidak langsung memberikan senjata itu pada pria menyeramkan ini. Entah keberanian dari mana, Leyla malah balik menodongkan pistol itu ke arah Agam. Dorr Satu peluru lolos mengenai dada Agam. Bukannya kesakitan, ia malah terkekeh membuat Leyla kebingungan. "Gadis bodoh!" Dengan gerakan cepat diambilnya senjata itu dari tangan gadis tersebut. "Masih mau bermain-main ternyata," ucap Agam menampilkan senyum smirk nya. Leyla sendiri sudah tak sadarkan diri akibat aksi bodohnya barusan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines