Dibalik Riuh Dua Sanggar
GWSM × SALEHO - Sebuah Perjodohan di Tengah Riuhnya Dunia Kesenian
Di balik riuhnya panggung, suara gamelan, latihan yang panjang, dan kehidupan dua sanggar yang selalu dipenuhi tawa, ada sebuah kisah yang tidak pernah direncanakan oleh dua orang di dalamnya.
Ika Yulia, yang akrab dipanggil Ika, merupakan salah satu anggota Saleho, komunitas kesenian asal Boyolali yang sudah tinggi namanya sedangkan Firman Maulana, yang lebih dikenal sebagai Firman atau Boy, adalah salah satu anggota GWSM, paguyuban kesenian asal Magelangg yang juga sama tinggi namanya dengan Saleho. Keduanya sama-sama pemain kesenian yang tumbuh di tengah keluarga besar sanggar.
Hubungan GWSM dan Saleho yang awalnya hanya dipenuhi oleh persahabatan, kebersamaan, dan kehidupan di dunia kesenian perlahan berubah ketika Abah Lala pemimpin Saleho dan Mas Yoyok kapeten GWSM, mengambil sebuah keputusan yang tidak pernah Ika dan Boy bayangkan sebelumnya.
Mereka menjodohkan Ika dan Boy.
Bagi keduanya, perjodohan itu bukanlah sesuatu yang mudah. Ada rasa canggung, penolakan, kebingungan, hingga pertanyaan tentang bagaimana mungkin dua orang yang selama ini hanya mengenal satu sama lain sebagai sesama pemain kesenian harus mulai berjalan dalam sebuah hubungan yang jauh lebih serius.
Namun, waktu perlahan mengubah semuanya.
Di antara latihan, pentas, keluarga besar kedua sanggar, persahabatan, pertengkaran kecil, tawa, dan berbagai masalah yang datang silih berganti, Ika dan Boy mulai mengenal satu sama lain lebih dalam.
Ada cinta yang justru tumbuh setelah dua orang dipertemukan oleh keadaan-dan tanpa sadar, keduanya mulai menemukan rumah di dalam diri satu sama lain.
Di antara GWSM dan Saleho, di balik riuhnya panggung dan kehidupan kesenian, tersimpan kisah Ika dan Boy: sebuah perjodohan yang perlahan berubah menjadi perjalanan menuju keluarga.