Sabiru: Di antara senja dan diam
Shaka Ekala Nabastala sudah mencintai satu orang yang sama selama tujuh tahun.
Bukan cinta yang lantang. Bukan juga yang penuh keberanian.
Melainkan cinta yang diam tumbuh pelan, disimpan rapi, dan tidak pernah benar-benar diucapkan.
Sabiru Elwisteria Sandikala adalah sahabatnya sejak kecil.
Seseorang yang selalu ada di setiap sore, di bangku taman yang sama, di cerita-cerita sederhana yang tak pernah terasa cukup.
Bagi Sabiru, Shaka mungkin hanya tempat pulang.
Tapi bagi Shaka, Sabiru adalah seluruh rumahnya.
Di antara tawa, kebiasaan kecil, dan kenangan yang terus bertambah, Shaka memilih untuk tetap diam meski perasaannya semakin dalam.
Karena baginya, kehilangan Sabiru jauh lebih menakutkan daripada tidak pernah memiliki.
Namun, ketika orang lain mulai masuk dan perlahan mengubah segalanya...
Apakah Shaka masih bisa bertahan hanya sebagai "sahabat"?
Atau justru, diamnya selama ini akan menjadi alasan terbesar untuk penyesalan?