2.334 MDPL Dari Jakarta

2.334 MDPL Dari Jakarta

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 18, 2026
"𝟐. πŸ‘πŸ‘πŸ’ 𝑴𝑫𝑷𝑳 𝑫𝑨𝑹𝑰 𝑱𝑨𝑲𝑨𝑹𝑻𝑨" Jakarta membesarkannya dengan lampu kota, suara mesin, dan hidup yang selalu bergerak cepat. Ia punya segalanya-uang, nama besar, dan masa depan yang sudah ditentukan. Sampai perjalanan ke 𝐺𝑒𝑛𝑒𝑛𝑔 π‘…π‘Žπ‘’π‘›π‘” mengubah semuanya. Di antara kabut, dingin, dan jalur pendakian yang terasa tak ada ujungnya, ia bertemu seseorang yang bahkan tidak pernah ia bayangkan sebelumnya-lelaki lokal dengan tatapan setenang hutan setelah hujan. Awalnya hanya singgah. Lalu berubah menjadi alasan untuk tinggal. Sebab ternyata, pada ketinggian 𝟐.πŸ‘πŸ‘πŸ’ 𝑴𝑫𝑷𝑳 ada hati yang perlahan membuat anak kota itu lupa cara pulang. !! Awas jangan salah lapak, ini adalah lapak Gay/Bl/LGBT !! Semua murni fiksi.
All Rights Reserved
#142
mlm
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Auto Save!
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • ELION (bl)
  • Lysander Lowell De Villiers
  • LINTANG PANJER WENGI END
  • desa kawitan [END]
  • ELIAN βœ“
  • Secret Relationship

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines