SAAT KITA MELANGGAR SENJA

SAAT KITA MELANGGAR SENJA

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Jun 4, 2026
Aku menceritakan ini dari sudut pandang yang paling rentan: hatiku sendiri. Di antara kerlip senja dan doa‑doa yang tidak selalu mengerti, aku menemukan seseorang yang membuat aturan lama retak. Cinta kami tak pernah dimaksudkan untuk publik-ia tumbuh di sela waktu, dalam pesan yang kusembunyikan, dan dalam tawa yang tak selalu sampai ke telinga orang lain. Kisah ini mengikuti langkahku menghadapi ujian yang tak hanya berasal dari jarak atau perbedaan agama, melainkan dari keluarga yang menuntut kesetiaan pada norma, dari keraguan yang kerap menyelinap di malam hari, dan dari pilihan yang harus kubuat antara melindungi orang yang kucintai atau melindungi diriku sendiri. Dengan bahasa yang jujur dan kadang puitis, aku menulis tentang rasa bersalah, keberanian, dan cara aku belajar menegakkan cinta tanpa mengkhianati keyakinan diri. "Saat Kita Melanggar Senja" adalah cerita yang kuambil dari beberapa kisah pribadi tentang bagaimana satu hati menahan badai-tentang jatuh cinta, menyembunyikan, bertanya, dan akhirnya memilih jalannya sendiri di saat dunia menaruh banyak syarat.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Daddy's Little Sunshine
  • Transmigrasi Gio End
  • Laskar
  • Teman Kecilku
  • One Shot 21+
  • the protective myhusband
  • Stressed.
  • Mas Masinis
  • Half Of My Heart ​[UNDER REVISION]
  • Transmigrasi Little Mommy

Selama lima tahun terakhir, hidup Adrian Mahardika (35) hanya berisi pekerjaan dan ketiga putranya. Sejak istrinya meninggal, CEO Mahardika Group itu berubah menjadi pria dingin, tegas, dan nyaris tanpa senyum. Rumah megahnya terasa seperti istana tanpa kehangatan. Sifat itu menurun kepada ketiga putranya. Si kembar lima tahun yang selalu memasang wajah datar dan sulit didekati. Dan putra sulungnya yang berusia tujuh belas tahun, Nathan Mahardika, yang terkenal dingin, tinggi menjulang, dan selalu menjaga jarak dari semua orang. Semua baby sitter sebelumnya menyerah. Hingga datang seorang gadis mungil berusia dua puluh tahun... Naura Azzahra. Tinggi hanya sekitar 152 cm, wajah imut, suara lembut, tetapi memiliki kesabaran yang tidak masuk akal. Tak ada yang menyangka, gadis kecil itulah yang perlahan menghangatkan rumah Mahardika. Si kembar yang dulu anti disentuh kini justru berebut ingin digendong, disuapi, dipeluk, bahkan tidur hanya jika Naura membacakan dongeng. Nathan yang biasanya dingin berubah menjadi kakak super protektif. "Kak Naura jangan angkat barang berat." "Aku yang bawa." "Jangan berdiri lama." "Sudah makan belum?" Karena perbedaan tinggi yang jauh, Nathan bahkan sering mengangkat Naura agar gadis itu bisa mengambil barang di rak tinggi. Semua orang mengira Nathan menyukai Naura. Padahal... Baginya, Naura adalah kakak perempuan yang sangat berharga, seseorang yang akhirnya membuat rumah mereka kembali terasa hidup. Masalah justru datang dari Adrian. CEO yang terkenal dingin itu perlahan berubah menjadi pria paling pencemburu. Setiap kali Nathan terlalu perhatian... Adrian langsung memasang wajah gelap. "Turunkan dia." Nathan menghela napas. "Papa, Kak Naura cuma nggak nyampe." "Aku bilang turunkan." Sementara si kembar justru tertawa. "Papa iri."

More details
WpActionLinkContent Guidelines