My Lovely dad

My Lovely dad

  • WpView
    Reads 1,645,322
  • WpVote
    Votes 64,604
  • WpPart
    Parts 52
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 23, 2018
"Ma...maaff.." Fin mulai terisak. "Ngapain kamu minta maaf JALANG..!? Kutanya sekali lagi... Dimana foto Mary dan Ian..?" "Maaf ....hiks.. A..aku nggak ber..maksud...." Adi terdiam. Masih menghimpun kesabarannya untuk mendengarkan penjelasan Fin yang sedang sesenggukan. "Se...semua foto..Ma..Mary...hiks... Aku...Ba..bakar...pa...maaf.." Tidak pernah Adi merasakan perasaan yang baru saja ia rasakan... Rasa Hancur dan keinginan untuk membunuh anak itu sudah membakar habis akal sehatnya. Adi dengan kasarnya melepaskan tanktop yang dikenakan Fin, dan segera memberikan cambukan dari ikat pinggang yang terbuat dari kulit itu pada punggung Fin. Haaiii readderrssss Ini memang cerita yang sama seperti my lovely dad yang aku upload di akun yang sebelumnya. Tapi karena akun yang sebelumnya amat bermasalah, jadi aku tuangkan lagi ke cerita di akun yang baru, tentu saja tanpa mengurangi esensi cerita. Selamat membaca Guyyyss :)
(CC) Attrib. NonComm. NoDerivs
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hy Enemy! I MISS YOU. [LENGKAP]
  • BARA POSSESSIVUM
  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • Where am I?
  • New World [TRANSMIGRATION]
  • HAGA : Becoming the Father of the Villain Twins
  • Alinka's Story! [Completo]
  • MENJADI PUTRI MAFIA
  • 𝐃𝐚𝐫𝐢 𝐉𝐚𝐮𝐡 - REVISED
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]

"Salam dari wajah sinis tak bermakna, menyimpan kecewa tanpa sepatah kata. Dengan segala hati yang terisi sepihak, membuat goresan luka kembali dan tersayat semakin dalam. Lalu air mulai menggenang di pelupuk mata, jika harus menyaksikan sang bulan bersama dengan bintang yg lain. Sangat jelas lidah kelu untuk berkata 'aku baik-baik saja' " Coretan kenangan milik Raina, gadis periang dan agresif, sebelum semuanya sirna termakan waktu. Dengan sejuta kesepiannya mengetuk pintu secara sepihak tanpa ada ketukan balasannya. Perjalanannya dengan lika liku mencari ranting yang kokoh untuk tempatnya bertengger dengan nyaman. Siapakah dia? musuh terbesarnya selalu dihadapannya memasang wajah konyol tanpa harapan. . . . Hai Guys!! udah lama nih aku gak nulis story di wattpad lagi. Mungkin ada yang sempat baca storyku yang baru beberapa chapter langsung aku hapus. Maaf ya guys, ada alasan pribadi dibalik itu semua hehe. Aku usahakan story ini gak akan aku hapus sebelum tamat. Aku usahakan. see ya!! Enjoy Reading!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines