My Lovely dad

My Lovely dad

  • WpView
    Reads 1,646,071
  • WpVote
    Votes 64,604
  • WpPart
    Parts 52
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 23, 2018
"Ma...maaff.." Fin mulai terisak. "Ngapain kamu minta maaf JALANG..!? Kutanya sekali lagi... Dimana foto Mary dan Ian..?" "Maaf ....hiks.. A..aku nggak ber..maksud...." Adi terdiam. Masih menghimpun kesabarannya untuk mendengarkan penjelasan Fin yang sedang sesenggukan. "Se...semua foto..Ma..Mary...hiks... Aku...Ba..bakar...pa...maaf.." Tidak pernah Adi merasakan perasaan yang baru saja ia rasakan... Rasa Hancur dan keinginan untuk membunuh anak itu sudah membakar habis akal sehatnya. Adi dengan kasarnya melepaskan tanktop yang dikenakan Fin, dan segera memberikan cambukan dari ikat pinggang yang terbuat dari kulit itu pada punggung Fin. Haaiii readderrssss Ini memang cerita yang sama seperti my lovely dad yang aku upload di akun yang sebelumnya. Tapi karena akun yang sebelumnya amat bermasalah, jadi aku tuangkan lagi ke cerita di akun yang baru, tentu saja tanpa mengurangi esensi cerita. Selamat membaca Guyyyss :)
(CC) Attrib. NonComm. NoDerivs
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Only for Villainess (Tamat)
  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • MENJADI PUTRI MAFIA
  • VIERRA'S SECOND LIFE
  • Chain Desire
  • ASRAR [TERBIT]
  • Alinka's Story! [Completo]
  • 𝐃𝐚𝐫𝐢 𝐉𝐚𝐮𝐡 - Revision Phase
  • Where am I?
  • BARA POSSESSIVUM

Salah satu impianku adalah bisa merasakan nikmatnya menjalani kehidupan makmur; kenyang, tidak perlu memikirkan masalah ekonomi, dan satu-satunya masalah hidup hanya memikirkan "besok mau makan apa?" Nah, jenis kehidupan damai, mapan, dan nyaman seperti itulah yang aku dambakan. Akan tetapi, begitu kematian mendekat dan ajal berhasil memutus napas kehidupan dariku; aku justru menempati raga salah satu tokoh antagonis sampingan dari novel yang sangat aku gemari: Ruby! Tidak masalah andai aku pindah ke tubuh Ruby ketika dia sudah menjadi orang kaya! Namun, .... "Anak tidak berguna!" Begitu mendarat wali asuh Ruby sibuk menghajarku dengan tamparan. Hei, ini bukan jenis transmigrasi yang aku dambakan! Biarkan aku hidup sebagai warga makmur dan tenteram, bukan korban kekerasan dalam rumah tangga! Apa gunanya transmigrasi bila harus bersusah payah dari awal? *** "Jadi, dia putri adikku?" Armand, kakak dari mendiang ayah kandung Ruby, membawaku pindah dari rumah "Tangisan Anak Tiri" menuju kediaman Aveza. "Kenapa dia begitu dekil?" Pearl, anak perempuan Armand, langsung mengataiku sebagai warga kelas bawah. "Barangkali Ayah salah anak." Alex, anak lelaki Armand, menganggapku sebagai sebuah kesalahan. Hei, kenapa aku harus berhadapan dengan pedihnya kehidupan remaja? Tidak bisakah aku menerima kunci emas sebagaimana penerima transmigrasi dunia? Sudah cukup berat hidup di dunia nyata, aku tidak perlu menghadapi dilema remaja kedua kalinya! "Kau keponakan orang sekelas Duke Aveza?" Sislin, tokoh utama pria, ternyata lebih menyebalkan daripada penggambaran novel. "Enyah!" Viren, big villain, menandaiku sebagai sampah masyarakat. Kepada para tokoh utama dan antagonis, tolong biarkan saya hidup damai dan tenteram serta bahagia. Terima kasih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines